Suku Bunga Acuan Naik ke 6%, Ini Dampaknya buat Bank KB Bukopin (BBKP)

Bisnis.com,24 Okt 2023, 09:46 WIB
Penulis: Arlina Laras
Nasabah bertransaksi di mesin anjungan tunai mandiri milik PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) di Jakarta, Selasa (28/6/2022). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Kenaikan suku bunga acuan 6% telah menjadi tantangan utama bagi PT Bank KB Bukopin Tbk. (BBKP) yang secara bertahap merasakan kenaikan suku bunga dari dari 3,50% pada awal 2022 hingga mencapai 5,75% pada awal 2023. 

Wakil Direktur Utama Bank KB Bukopin Robby Mondong menyebut sejumlah usaha pun dilakukan, mulai dari penguatan struktur modal secara grup, penyesuaian aset (resizing assets), mendorong transformasi dan inovasi digital, serta pengembangan produk dan layanan perbankan.

“Semua langkah ini dirancang untuk membuat Bank KB Bukopin lebih tangguh dan kompetitif di tengah perubahan situasi ekonomi, baik di tingkat nasional maupun global,” katanya pada Bisnis, Selasa (24/10/2023). 

Lebih lanjut, dirinya menuturkan dengan suku bunga acuan Bank Indonesia yang kini berada pada 6%, Bank KB Bukopin berupaya menyeimbangkan likuiditas serta pertumbuhan bisnisnya dengan terus memantau dampak kenaikan suku bunga. 

Bagi Robby, dengan struktur permodalan yang lebih kuat saat ini dan dukungan penuh dari pemegang saham, KB Kookmin Bank, Bank KB Bukopin optimis dapat mencapai target-target akhir tahun yang telah ditetapkan.

“Dengan demikian, Bank KB Bukopin berkomitmen untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan di tengah perubahan suku bunga yang dinamis. Bank akan terus mengawasi perkembangan ekonomi dan pasar untuk mengambil langkah-langkah yang tepat guna menjaga kinerja yang solid,” ujarnya. 

Sebelumnya, Bank KB Bukopin memang terus berupaya memperbaiki kinerja sampai akhir 2023 dengan fokus terhadap beberapa hal, mulai dari transformasi bisnis hingga penguatan digital.

Adapun, penguatan ini sejalan dengan dukungan penuh dari KB Kookmin Bank dan KB Financial Group sebagai pemegang saham pengendali.Sebagaimana diketahui, PT Bank KB Bukopin Tbk. (BBKP) menyetorkan dana senilai Rp120 miliar dalam transaksi afiliasi kepada anak usahanya PT Bank KB Bukopin Syariah.

Setoran dana tersebut sebagai upaya penguatan modal. Berdasarkan keterbukaan informasi, Manajemen Bank KB Bukopin melaporkan transaksi afiliasi mereka kepada Bank KB Bukopin Syariah. Objek transaksi merupakan dana setoran.

Dana tersebut ditempatkan dalam dana escrow account sebagai tambahan modal dengan nilai transaksi yang diberikan sebesar Rp120 miliar dan telah ditransaksikan pada pekan lalu (29/9/2023). Manajemen Bank KB Bukopin menjelaskan bahwa dana setoran ke anak usahanya itu adalah benar dan tidak menyesatkan. 

Dewan Komisaris dan Direksi Bank KB Bukopin juga menyatakan bahwa transaksi afiliasi telah melalui prosedur yang berlaku dan tidak mengandung benturan kepentingan. Sementara, transaksi afiliasi itu ditujukan sebagai bentuk penguatan modal anak usaha di sektor perbankan syariah.

"Sebagai upaya penguatan permodalan melalui dana setoran modal dan komitmen perseroan sebagai pemegang saham pengendali untuk memastikan aktifitas Bank KB Bukopin Syariah berjalan dengan baik," tulis Manajemen Bank KB Bukopin dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (5/10/2023).

Bank KB Bukopin sendiri merupakan pemegang saham pengendali anak usaha syariahnya itu dengan memegang 16.420.000.000 lembar saham atau mewakili 92,78 persen dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh Bank KB Bukopin Syariah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Aprianto Cahyo Nugroho
Terkini