Jurus BSI Jaring Nasabah Prioritas, Rilis Produk Baru hingga Layanan Haji Khusus

Bisnis.com,25 Okt 2023, 19:00 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kiri), Komisaris Utama BSI Muliaman D Hadad (tengah), dan SVP Wealth Management BSI Asri Natanegeri (kanan) dalam acara Market Outlook 2024 yang bertema “Finding Silver Linings in A Year of Uncertainty” pada Rabu (25/10/2023) di Jakarta. / Bisnis Indonesia - Fahmi Ahmad Burhan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI (BRIS) sedang mendongkrak potensi nasabah prioritasnya saat ini. Sejumlah upaya dilakukan, di antaranya perluasan produk hingga meluncurkan layanan haji dan umroh khusus.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan sebagai upaya terbaru, BSI berkolaborasi dengan sejumlah manager investasi di Indonesia dalam meluncurkan enam produk reksa dana syariah BSI di antaranya berkolaborasi dengan Mandiri Manajemen Investasi, Bahana TCW Investment Management, BNP Paribas Asset Management, Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Manulife Aset Manajemen Indonesia, Sucorinvest Asset Management, dan Trimegah Asset Management.

Adapun, dari kolaborasi itu BSI meluncurkan enam produk reksa dana syariah baru yakni Trimegah Kas Syariah, TRIM Syariah Berimbang, TRIM Syariah Saham, Sucorinvest Sharia Money Market Fund, Sucorinvest Sharia Sukuk Fund, dan Batavia Dana Saham Syariah. 

Keenam produk tersebut masuk dalam kelas aset reksa dana syariah pasar uang, reksa dana syariah pendapatan tetap, reksa dana syariah campuran dan reksa dana syariah saham.

"Produk terbaru tersebut menambah produk-produk reksa dana syariah di BSI,” kata Anton dalam acara Market Outlook 2024 yang bertema “Finding Silver Linings in A Year of Uncertainty” pada Rabu (25/10/2023).

Sebelumnya, BSI juga sudah memiliki dan memasarkan beberapa produk reksa dana syariah. Kini, BSI total memasarkan lebih dari 20 produk reksa dana syariah dengan berbagai kelas aset sesuai profil risiko dan kebutuhan nasabah.

Anton mengatakan penambahan produk terbaru reksa dana syariah dapat melengkapi kebutuhan dan memberikan lebih banyak pilihan kepada nasabah yang akan berinvestasi syariah khususnya dalam instrumen reksa dana. 

“Reksa dana syariah ditargetkan untuk segala profil nasabah. Hal ini karena reksa dana syariah di BSI terdiri dari berbagai kelas aset yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan, goal, dan profil risiko nasabah melalui produk-produk tersebut," tuturnya.

Adapun, BSI memilih instrumen reksa dana syariah karena dinilai masih menjadi instrumen investasi yang menarik di tengah kondisi ekonomi dan politik yang tidak menentu pada 2024.

SVP Wealth Management BSI Asri Natanegeri mengatakan dengan semakin banyaknya instrumen investasi di bisnis wealth management, diharapkan juga dapat mendongkrak potensi pasar nasabah prioritas di BSI.

"Dengan optimisme supply produk banyak, maka ini bisa memberikan akses nasabah untuk menempatkan produk-produknya ke instrumen investasi syariah," ujar Asri.

Selain dengan perluasan produk, BSI juga mendongkrak potensi pasar nasabah prioritas dengan meluncurkan layanan eksklusif lainnya. Pada Agustus 2023, BSI misalnya meluncurkan layanan haji dan umroh khusus bernama Hajj & Umrah Concierge.

Dalam layanan tersebut, nasabah BSI prioritas dapat memanfaatkan empat fasilitas, pertama, layanan spiritual, kedua layanan solusi finansial yang mencakup berbagai produk investasi dan paket finansial.

Ketiga, paket special haji plus dan umrah eksklusif, dan keempat nasabah akan mendapatkan extra benefit eksklusif seperti kurs spesial untuk penukaran uang, diskon khusus, cashback transaksi hingga installment paket umroh. 

Adapun, per Juni 2023, jumlah nasabah BSI Prioritas telah mencapai 55.000 nasabah, tumbuh sekitar 14% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara dana kelolaan nasabah tumbuh di kisaran 12% yoy.

BSI Prioritas sendiri dilengkapi dengan sejumlah fasilitas yang dapat dinikmati oleh nasabahnya yakni konsultasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf), waris, konsultasi overseas education, konsultasi pajak, wealth advisory oleh wealth specialist, serta layanan ekslusif lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini