Ini Kata Mantan Pendiri Twitter, Jack Dorsey, Soal Kripto

Bisnis.com,05 Nov 2023, 00:32 WIB
Penulis: Anitana Widya Puspa
Warga beraktivitas di dekat logo mata uang kripto di Depok, Jawa Barat, Rabu (4/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Pendiri Twitter sekaligus Chairman Block Inch Jack Dorsey menyampaikan keyakinannya bahwa adopsi Bitcoin akan terus bertumbuh.

Dia mengatakan meskipun sebagian besar negara-negara Barat menggunakan Bitcoin karena keperluan pembayaran dan investasi, pada dasarnya Bitcoin akan menjadi kebutuhan bagi orang-orang di belahan bumi selatan juga. 

Dia mencontohkan di antaranya seperti Kosta Rika, Argentina, dan termasuk di benua lain contohnya seperti Nigeria, Kenya di Afrika serta negara-negara lain yang mengalami hiperinflasi.

“Penggunaan Bitcoin akan terus berkembang, di mana saya yakin bahwa teknologi dan komunitas Bitcoin telah membuat perkembangan untuk terus berlanjut,” ujarnya melalui keterangan resmi, Sabtu (4/11/2023).

Senada dengan Dorsey, Mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menegaskan optimismenya terhadap peluang teknologi blockchain untuk transaksi non ekonomi di Indonesia. Gita menggambarkan teknologi blockchain seperti laut yang sangat luas dengan peluang-peluang yang luar biasa.

Selain itu juga hal-hal yang sifatnya nonekonomi banyak yang sangat melekat dengan kepentingan Indonesia ke depannya. Seperti biodiversitas, lanjutnya, agar bagaimana bisa memberdayakan sistem atau teknologi blockchain agar biodiversitas Indonesia bisa lebih diakui oleh negara sendiri atau komunitas internasional. 

Selain itu juga adalah kredit sosial, budaya, spiritual, dan politik. "Setiap cabangnya banyak yang bisa memberdayakan teknologi blockchain agar setiap orang dari Sabang sampai Merauke bisa diakui kapasitas dan kapabilitasnya,” ujarnya.

Gita juga memproyeksi ke depannya adopsi Bitcoin akan semakin tinggi. Dia mencontohkan internet yang selama beberapa dekade terakhir adopsinya cukup robust [kokoh] karena peningkatannya di atas 50 persen per tahun. 

"Tapi kalau Bitcoin, peningkatan adopsinya di atas 100 persen per tahun dalam empat belas tahun terakhir. Ini sangat menjanjikan dan tidak ada tanda bahwa Bitcoin akan slow down,” lanjut Gita.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar, Bappebti Tirta Karma Senjaya berpendapat peran aset kripto sebagai alternatif diversifikasi instrumen investasi bagi masyarakat. 

Saat ini, paparnya, selain ada emas dan saham, juga sudah ada aset kripto. Dalam hal ini, tentu saja bagi masyarakat harus diperhatikan aset kripto apa saja yang kemudian layak untuk diinvestasikan. 

"Kemudian juga investasinya di mana. Investasinya harus di exchanger atau trading platform yang terdaftar di Bappebti," terangnya.

Tirta turut menyoroti peran unik Bitcoin sebagai aset kripto yang supply-nya terbatas. Saat ini, kata dia, suplai Bitcoin tersisa 2 jutaan yang bisa di-mining. Harganya tentu saja terus naik dan yang perlu diperhatikan adalah halving 2024. 

Biasanya satu tahun setelah halving ini akan terjadi harga penyesuaian yang baru. Dalam hal ini, masyarakat yang ingin berinvestasi di kripto, memang ada aset-aset kripto lainnya atau altcoin.

"Yang penting adalah terdaftar di Bappebti. Jadi ada 501 aset kripto yang terdaftar di Bappebti. Silahkan masyarakat memilih dan bisa juga melihat pendapat para pengamat aset kripto,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Miftahul Ulum
Terkini