Pesawat TNI Jatuh Telan Korban Jiwa, Asabri Pastikan Beri Tanggung Sesuai Keputusan Panglima

Bisnis.com,16 Nov 2023, 20:57 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
TNI membenarkan informasi soal insiden pesawat Super Tucano jatuh di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TBNTS), Pasuruan, Jawa Timur (Jatim)./Antara

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asabri (Persero) menyebutkan akan segera menindaklanjuti hak korban dua pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano TNI Angkatan Udara yang jatuh di Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNBTS), tepatnya di Desa Keduwung, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (16/11/2023).

Dua pesawat itu jatuh saat latihan formasi rutin yang diperkirakan jatuh sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam sesi latihan itu, dua pesawat itu diterbangkan oleh total empat perwira menengah TNI AU, yaitu Letkol Pnb Sandhra “Chevron” Gunawan (Komandan Skadron Udara 21), Kolonel Pnb Subhan (Danwing Udara 2 Lanud Abdulrachman Saleh), Kolonel Adm Widiono Hadiwijaya (Kepala Dinas Personel Lanud Abdulrachman Saleh), dan Mayor Pnb Yuda A. Seta.

Direktur Investasi Asabri Jeffry Haryadi P. Manullang mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti setiap peristiwa yang dialami peserta Asabri, termasuk jatuhnya dua pesawat tempur TNI.

“Prinsipnya kami akan selalu segera menindaklanjuti setiap peristiwa yang dialami oleh peserta sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam peraturan perundangan,” kata Jeffry kepada Bisnis, Kamis (16/11/2023).

Dihubungi terpisah, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Asabri Helmi Imam Satriyono mengatakan bahwa sesuai aturan yang berlaku, pihaknya akan mengecek dan memastikan terlebih dahulu penyebab kematian peserta, apakah disebabkan karena latihan atau serangan lawan.

“Jadi itu nanti kami pasti akan menunggu keputusan dari Panglima TNI. Misalkan, kalau dikatakan itu dalam latihan, maka ada aturannya seperti apa klaim dan manfaat yang dibayarkan oleh Asabri,” jelas Helmy saat dihubungi Bisnis.

Adapun hingga saat ini, Helmy menyampaikan masih menunggu kelengkapan data dan surat keputusan dari Panglima TNI. Helmy menyebutkan baik tim Asabri maupun tim TNI segera mengkomunikasi penyebab kejadian dan segera menangani proses klaim peserta Asabri.

“Biasanya setelah seperti ini ada komunikasi tim dari tim Asabri dan tim di sana [TNI] untuk melihat fakta-faktanya. Kemudian, keluar surat keputusan dari Panglima TNI untuk diputuskan manfaatnya apa. Itu ada aturannya semua,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Letkol Pnb Sandhra dan Kolonel Adm Widiono menumpang pesawat dengan nomor registrasi TT-3111, sementara Mayor Pnb Yuda dan Kolonel Pnb Subhan di pesawat dengan nomor registrasi TT-3103. Sandhra dan Yudo mengisi kursi depan kemudi (frontseater), sementara Widiono dan Subhan di kursi belakang (backseater).

Sejauh ini, kondisi seluruh korban belum diketahui. Walaupun demikian, video amatir yang beredar menunjukkan warga menemukan salah satu korban atas nama Kolonel Adm Widiono. Namun, TNI AU ataupun lembaga pencarian dan penyelamatan (SAR) setempat belum mengeluarkan keterangan resmi terkait itu.

Dalam kesempatan yang sama, Kadispenau juga menjelaskan kronologi pesawat mulai hilang kontak (lost contact).

"Pada hari ini, Kamis 16 November 2023 pukul 11.18 WIB telah lost contact pesawat Super Tucano dari (Pangkalan Udara) Abdulrachman Saleh, Malang. Kedua pesawat tersebut diperkirakan mengalami accident (kecelakaan), dan menurut laporan dua pesawat tersebut (jatuh) di daerah Keduwung, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. Kedua pesawat sedang melakukan latihan formasi secara rutin," tutur Kadispenau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini