Getol Salurkan Kredit UMKM, Begini Siasat Bank Sampoerna Jaga NPL Rendah

Bisnis.com,22 Nov 2023, 15:20 WIB
Penulis: Arlina Laras
Direktur Information Technology Bank Sahabat Sampoerna Hendra Rahardja dan CEO, Emerging Payments Association Asia (EPAA) dalam acara Exploring Payments in Indonesia: An Industry Outlook/Bisnis-Arlina Laras

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) yang dikendalikan keluarga crazy rich Sampoerna getol menyalurkan kredit ke usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Meski begitu, Bank Sampoerna menyatakan tetap menjaga rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) agar tetap rendah.

Direktur IT Bank Sampoerna Hendra Rahardja mengatakan tak hanya mengandalkan credit scoring, perseroan juga mengandalkan jaringan yang kuat dan pendekatan personal melalui human touch antara bank dengan customer agar terhindar dari kredit macet.

“UMKM ini unik. Jadi, apabila terjadi kondisi ekonomi yang kurang baik di sisi customer, kita lakukan personal approach, agar nasabah terhindar dari NPL,” ujarnya pada Bisnis, Selasa (21/11/2023).

Tercatat, penyaluran kredit Bank Sampoerna naik 23,1% yoy menjadi Rp11,3 triliun pada kuartal III/2023. Di mana, segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi penerima terbesar pinjaman yang diberikan Bank Sampoerna. 

"Sekitar 60% dari pinjaman atau sebesar Rp6,8 triliun, secara langsung maupun tidak langsung diterima oleh UMKM," ujarnya. 

Seiring dengan peningkatan kredit, rasio NPL gross Bank Sampoerna ada di level 3,6%. Lalu, NPL net Bank Sampoerna sebesar 1,9% per akhir September 2023.

Lebih lanjut, Hendra mengatakan untuk dapat menekan jumlah kredit macet, pihaknya juga berupaya menambah jumlah aset sekaligus melakukan diversifikasi dalam penyaluran pembiayaan ke berbagai segmen.

Adapun, langkah untuk menjaga NPL akan semakin menantang kala tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) naik.

Sejak memberikan pembiayaan pun, Direktur Keuangan dan Perencanaan Bisnis Bank Sampoerna Henky Suryaputra mengatakan strategi ekspansi kredit Bank Sampoerna juga dilakukan dengan memprioritaskan pengelolaan risiko secara efektif dan pengawasan secara ketat.

Sebelumnya, Henky juga menuturkan bahwa cadangan penurunan nilai kredit senilai Rp361 miliar, meningkat 7,2% dibandingkan cadangan pada tahun sebelumnya.

“Bank memandang pencadangan yang mencapai 88,7% dari total kredit bermasalah ini memadai. Apalagi jumlah kredit yang direstrukturisasi sendiri telah terus berkurang sejalan dengan pemulihan kondisi ekonomi selepas pandemi Covid-19,” ujar sang Dirkeu dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, dari sisi pendanaan, Bank Sampoerna telah mendulang dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp12,4 triliun, naik 28,4% yoy.

Sementara aset Rp17,13 triliun pada kuartal III/2023, tumbuh pesat dibandingkan aset pada kuartal III/2022 sebesar Rp13,35 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini