Bos Asuransi Umum: Jumlah Pengaduan Pemegang Polis Menurun

Bisnis.com,29 Nov 2023, 00:30 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Bos Asuransi Umum: Jumlah Pengaduan Pemegang Polis Menurun. Karyawan beraktivitas di dekat logo-logo perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Rabu (5/1/2021). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengklaim jumlah pengaduan pemegang polis berangsur turun pada November ini jika dibandingkan tahun lalu. Bukan hanya itu, AAUI juga menyebut jumlah pengaduan di industri asuransi umum turun jika dibandingkan dengan industri asuransi jiwa.

Ketua AAUI Budi Herawan mengatakan bahwa jumlah pengaduan di asuransi umum turun mulai dari tingkat korporasi maupun usaha kecil dan menengah (SME/small medium enterprise).

“Pengaduan di asuransi umum menurun, [pengaduan] masuk di LAPS juga agak menurun dibandingkan asuransi jiwa. Menurut saya, pemahaman-pemahaman juga sudah mulai banyak dan kami juga selalu coba mencari akar permasalahannya itu apa sebenarnya,” ujar Budi saat ditemui di Jakarta, Selasa (28/11/2023).

Budi menuturkan bahwa mayoritas jumlah pengaduan industri asuransi umum karena jumlah klaim yang akan dibayar. Untuk itu, menurut dia, industri asuransi perlu menggencarkan tingkat literasi.

“Pengaduan lebih kepada masalah besaran daripada nilai atau jumlah klaim yang akan dibayar. Kalau pemahaman secara secara teknis ada 1-2 masih terjadi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti masih ditemukan pengaduan konsumen terkait asuransi yang mencapai 1.400 dari 19.400 pengaduan konsumen per 10 November 2023. Angka pengaduan itu setara dengan 7,4% dari total pengaduan konsumen.

Deputi Direktur EPK Regional OJK Gatot Yulianto mengatakan salah satu jenis pengaduan yang mendominasi adalah terkait klaim asuransi yang menyulitkan.

“Faktornya itu macam-macam, salah satunya adalah klaim. Klaimnya kok dirasa susah, itu agak berbeda dengan yang lain,” kata Gatot saat ditemui usai acara Seminar Nasional 2023 yang diselenggarakan Kupasi di Jakarta, Selasa (21/11/2023).

Di samping itu, Gatot menyebut restrukturisasi juga menjadi permasalahan. Namun, imbuh Gatot, rata-rata jenis pengaduan adalah terkait klaim asuransi.

“Kalau rata-rata [faktor permasalahannya karena] klaimnya kok susah. Itu generalisir untuk dari 7,4% pengaduan di bidang perasuransian,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Aprianus Doni Tolok
Terkini