Kalahkan Unit-Linked, 70% Premi Generali dari Produk Tradisional

Bisnis.com,30 Nov 2023, 05:29 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Karyawan melintas di dekat logo PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia di Jakarta, Kamis (2/7/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) menyebutkan premi asuransi yang dikantongi perusahaan mayoritas disokong dari produk tradisional. Capaian ini hingga September 2023.

Chief Marketing Officer Generali Indonesia Vivin Arbianti Gautama mengatakan dari keseluruhan premi yang diperoleh, baik premi baru maupun renewal premi, komposisi antara unit-linked dan tradisional masih seimbang.

Namun, lanjut Vivin, untuk premi baru pada Juli—September 2023 ada kecenderungan nasabah lebih memilih produk tradisional. Alhasil, kontribusi premi baru dari produk tradisional memimpin terhadap total premi perusahaan.

“Kontribusi premi baru dari produk tradisional lebih mendominasi dibandingkan dengan produk unit-linked, 70% dari premi tradisional dan 30% dari premi unit-linked,” kata Vivin kepada Bisnis, Rabu (29/11/2023).

Meski demikian, Vivin menyatakan hingga September 2023, premi Generali Indonesia masih bertumbuh secara  positif dibandingkan pencapaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Hingga akhir tahun, Generali optimis kedua produk, baik unit-linked maupun tradisional, masih terus diminati oleh nasabah sesuai dengan kebutuhan.

“Bagi kami, kedua produk asuransi baik produk unit-linked dan tradisional memiliki segmennya masing-masing, karena pasar asuransi dan kebutuhan nasabah yang sangat beragam,” ucapnya.

Di setiap segmennya, lanjut Vivin, nasabah memiliki kebutuhan dan prioritas proteksi yang berbeda satu sama lain. Dengan kata lain, ini sangat berkaitan dalam rangkaian produk asuransi yang dibutuhkan.

“Yang terpenting adalah kami terus secara konsisten memberikan edukasi dan selalu memperhatikan berbagai kebutuhan nasabah sesuai dengan segmennya, untuk kebutuhan saat ini ataupun di masa mendatang, karena asuransi dibutuhkan untuk setiap tahap kehidupan,” tuturnya.

Vivin mengungkapkan bahtwa melalui strategi multi-channel dan multi-product ini diharapkan bisa mengakomodir kebutuhan proteksi masyarakat yang saat ini sedang meningkat.

“Ke depannya, kami optimistis kedua segmen ini masih akan tumbuh baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Vivin mengatakan langkah edukasi keuangan di segala lini terus perusahaan lakukan dan para tenaga pemasar juga terus aktif mengenalkan dan menjelaskan berbagai produk serta melakukan pendampingan kepada nasabah.

Selain itu, Generali menyatakan bakal terus melihat perkembangan pasar dan kebutuhan masyarakat. Vivin memastikan pihaknya akan terus mengembangkan produk-produk inovatif yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di setiap segmennya. 

Vivin juga mengatakan layanan prima dan nilai tambah (added value) kepada nasabah juga terus perusahaan perkuat dan hadir guna semakin banyak orang yang merasa nyaman berasuransi.

Sebelumnya, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat premi dari produk asuransi jiwa unit-linked masih tertekan 22,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp82,91 triliun pada kuartal III/2022 menjadi Rp64,37 triliun pada kuartal III/2023.

Sementara itu, premi asuransi tradisional mengalami pertumbuhan sebesar 12,5% yoy menjadi Rp67,67 triliun dari sebelumnya hanya Rp60,16 triliun.

Secara keseluruhan, AAJI mencatat total premi mencapai Rp132,04 triliun atau turun 7,7% yoy dari Rp143,08 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini