Jokowi Minta Bank Tingkatkan Kredit UMKM, Bos BTPN: Porsi Kami 29,25%

Bisnis.com,01 Des 2023, 17:22 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Pejalan kaki melintas di dekat logo PT Bank BTPN Tbk. di Jakarta./JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, BANDUNG — PT Bank BTPN Tbk. (BTPN) menyatakan perusahaan mendukung kebijakan untuk mempertebal portofolio penyaluran kredit ke segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebesar 30%.

Hal tersebut sejalan dengan titah Presiden Joko Widodo (Jokowi) bukan hanya sekadar memperbesar kredit ke segmen korporasi semata.

Direktur Utama Bank BTPN Henoch Munandar mengatakan per September 2023, portofolio UMKM perusahaan sudah hampir memenuhi ketentuan yang diminta.

“BTPN per September, kalau saya tidak keliru tapi biasanya benar, [porsi UMKM] di kisaran 29,25%. Sedikit lagi memenuhi threshold 30%,” kata Henoch dalam Media Gathering Bank BTPN di Bandung, Kamis (30/11/2023).

Henoch menyampaikan bahwa pemenuhan porsi 30% tersebut merupakan langkah kontribusi BTPN terhadap perekonomian untuk segmen UMKM.

“Per September, kami sudah sedikit lagi memenuhi ketentuan Bank Indonesia dan saya optimis [porsi 30% UMKM tercapai]. Kami sangat komit untuk memenuhi ketentuan dari regulator, dan sedikit lagi akan menembus angka 30%,” ujarnya.

Per Juni 2023, total kredit Bank BTPN mencapai Rp148,71 triliun. Dari sana, kredit korporasi masih menjadi salah satu unit bisnis dengan portofolio 67%. Sedangkan kredit macet (non-performing loan/NPL) gross Bank BTPN di level 1,39% pada akhir Juni 2023.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengingatkan perbankan agar memacu kreditnya, terutama ke sektor UMKM, alih-alih mempertebal portofolio di instrumen seperti surat berharga negara (SBN) atau sertifikat Bank Indonesia (SBI).

“Saya ajak perbankan. Memang harus prudent, hati-hati. Tapi tolong lebih didorong lagi kreditnya, terutama bagi UMKM. Jangan semuanya ramai-ramai membeli ke BI atau SBN," kata Jokowi dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2023, Rabu (29/11/2023).

Jokowi mengatakan bank memang diperbolehkan untuk membeli SBN dan SBI sebagai portofolio serta menjaga likuiditasnya. Namun, bank lebih baik mendorong sektor riil dengan memacu penyaluran kreditnya. “Terlalu banyak dibeli SBN dan SBI. Jadi ke sektor riil berkurang,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini