Asuransi Multi Artha (AMAG) Proyeksi Premi Tembus Rp2,4 Triliun hingga Akhir Tahun

Bisnis.com,11 Des 2023, 19:40 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Perusahaan asuransi umum PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk. (AMAG)/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk. (AMAG) menargetkan dapat mengantongi premi sekitar Rp2,4 triliun pada akhir tahun ini.

Presiden Direktur Asuransi MAG Pankaj Oberoi optimistis target yang dibidik perusahaan dapat terlampaui, sejalan dengan raihan premi sampai dengan kuartal III/2023.

Per 30 September 2023, premi bruto emiten bersandi saham AMAG itu mampu tumbuh 12,39% dibandingkan periode yang sama tahun lalu hanya Rp1,91 triliun menjadi Rp2,15 triliun.

“Per September, [premi] kami berada di sekitar Rp2,15 triliun dan saya pikir kami sangat sesuai target untuk mungkin mencapai rencana bisnis dari sisi premi,” kata Pankaj dalam paparan publik secara virtual, Senin (11/12/2023).

Pada periode tersebut, Pankaj menyampaikan bahwa penyumbang terbesar premi perusahaan ditopang dari lini bisnis asuransi kebakaran, asuransi kendaraan bermotor, asuransi pengangkutan, dan asuransi kesehatan pada kuartal III/2023.

Jika dirinci, pendapatan premi dari asuransi kebakaran mencapai Rp783,33 miliar atau setara 36% dari total premi yang dibukukan AMAG. Kemudian, premi kendaraan bermotor senilai Rp423,21 miliar atau mengambil porsi 20% terhadap total premi.

Sementara itu, premi asuransi pengangkutan senilai Rp145,08 miliar atau 7% dari total premi, serta premi asuransi kesehatan dan kecelakaan diri adalah Rp161,2 miliar.

Selain premi, perusahaan yang dikendalikan Fairfax Asia Limited dengan menggenggam 80% saham AMAG itu juga memproyeksikan laba setelah pajak perusahaan dapat mencapai Rp139 miliar—Rp140 miliar pada 2023.

“Kami sangat berada di jalur yang tepat untuk mencapainya,” imbuhnya.

Adapun pada kuartal III/2023, Asuransi MAG membukukan laba bersih senilai Rp114,69 miliar atau turun 13,55% yoy dari sebelumnya mampu mengantongi Rp132,68 miliar.

Beralih ke rasio kesehatan keuangan, perusahaan memproyeksikan tingkat solvabilitas atau risk-based capital (RBC) berada di sekitar 300%—365% sampai akhir tahun. Adapun, pada 30 September 2023, perusahaan mencatatkan RBC sebesar 366%.

“Kami sekali lagi sangat sesuai target untuk mencapai profitabilitas dalam ketiga aspek, dalam total eksposur kesehatan telah kami upayakan untuk dicapai, melalui premi, dan underwriting yang telah kami upayakan untuk dipertahankan untuk menghasilkan laba,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ibad Durrohman
Terkini