Jelang Libur Nataru, BCA dan Bank Mandiri Ingatkan Nasabah Soal Penipuan Online

Bisnis.com,17 Des 2023, 14:50 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Warga melintas di depan menara BCA di kawasan Bunderah Hotel Indonesia, Jakarta. /Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Transaksi perbankan diproyeksikan mengalami tren peningkatan saat momen libur Natal 2023 dan tahun baru (Nataru) 2024. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) pun mengingatkan agar nasabah tetap menjaga keamanan ditanya di tengah peningkatan transaksi tersebut.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan pihaknya telah mengantisipasi adanya peningkatan transaksi saat libur Nataru. BCA misalnya menyediakan uang tunai sebesar Rp41,1 triliun. Nilai persediaan dana BCA meningkat sekitar 5% dibandingkan periode Natal dan tahun baru sebelumnya. 

Kantor cabang BCA juga akan beroperasi normal di hari kerja selama periode libur Natal dan tahun baru. Pihaknya juga mendorong layanan berkonsep hybrid, baik secara online maupun offline.

Oleh karena itu, BCA melayani kebutuhan transaksi nasabah selama 24 jam melalui layanan digital yang tersedia di aplikasi myBCA, BCA mobile, internet banking atau KlikBCA, serta jaringan ATM setor-tarik BCA.

"Kami berharap kesiapan BCA dalam memenuhi berbagai macam transaksi perbankan dapat membantu masyarakat selama menikmati momen kebersamaan di libur Nataru tahun ini," kata Jahja dalam keterangan tertulis pada Sabtu (16/12/2023).

Adapun, di tengah peningkatan transaksi saat libur Nataru, BCA mengingatkan nasabahnya agar tetap menjaga keamanan data. BCA mengimbau nasabah untuk senantiasa berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan BCA. 

Nasabah diminta agar tidak membagikan data pribadi perbankan yang sifatnya rahasia seperti PIN, OTP, password, kode akses, hingga Card Verification Code (CVC) atau Card Verification Value (CVV). 

Dalam upayanya memberikan edukasi keamanan transaksi, BCA meluncurkan gerakan Don't Know? Kasih No!". Gerakan tersebut merupakan bentuk kewaspadaan untuk menolak segala hal yang tidak jelas sumber atau kredibilitasnya dan berpotensi mengancam nasabah dari berbagai kejahatan siber.

Corporate Secretary Bank Mandiri Teuku Ali Usman juga menyatakan terdapat proyeksi kenaikan transaksi perbankan di masyarakat pada akhir tahun. “Kami memperkirakan transaksi nasabah pada periode hari raya Natal dan tahun baru 2024 akan mengalami peningkatan," ujarnya dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu. 

Bank Mandiri memproyeksikan puncak peningkatan transaksi, seperti kebutuhan pengisian uang ATM jatuh pada dua hari sebelum perayaan Natal 2023 dan dua hari sebelum tahun baru 2024. 

Bank Mandiri pun menyiapkan kebutuhan uang tunai secara net sebesar Rp 23,2 triliun untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan transaksi masyarakat pada Nataru. Jumlah itu meningkat sebesar 18,3% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. 

Selain itu, Bank Mandiri mengedukasi nasabah untuk terus menjaga kerahasian data pribadi dalam melakukan transaksi digital banking seiring dengan peningkatan transaksi saat momen libur Nataru. Nasabah diminta berhati-hati dalam memberikan data rahasia kepada pihak manapun yang mengatasnamakan Bank Mandiri. 

Bank pelat merah itu juga mengingatkan nasabah menjaga kerahasiaan data. Perusahaan tidak pernah meminta kerahasiaan data nasabah termasuk nomor kartu, OTP, CVV, CVC, dan lainnya. Selain itu, nasabah diimbau untuk tidak mudah terpancing untuk mengklik atau menginstal file berformat APK.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini