Kurs Dolar AS Terhadap Rupiah di BCA, BRI, Bank Mandiri, & BNI Pada Hari Ini, Selasa (19/12/2023)

Bisnis.com,19 Des 2023, 11:03 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Ilustrasi mata uang dolar AS. JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah ke level Rp15.510 pada perdagangan hari ini, Selasa (19/12/2023). Rupiah melemah bersama dengan pelemahan dolar AS. 

Mengutip data Bloomberg pukul 09.00 WIB, rupiah dibuka melemah 0,11% ke Rp15.510 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS melemah 0,06% ke 102,50. Bersamaan dengan rupiah, dolar Singapura turun 0,01%, won Korea Selatan turun 0,69%, peso Filipina turun 0,17%, dan Yuan China turun 0,13%.  

Sementara itu, beberapa mata uang di kawasan Asia dibuka menguat seperti yen Jepang yang naik 0,16%, ringgit Malaysia naik 0,03%, dan baht Thailand naik 0,01%.  

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi mata uang rupiah akan cenderung fluktuatif namun berpotensi ditutup menguat di rentang Rp15.480-Rp15.550 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (19/12/2023).

Ia mengatakan ada sejumlah sentimen yang memengaruhi fluktuasi rupiah. Menurutnya, pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell setelah pertemuan Bank Setral pekan lalu ditafsirkan memberikan nada yang lebih dovish. Pengetatan kebijakan moneter kemungkinan besar akan berakhir, dan diskusi mengenai pemangkasan suku bunga akan diperhatikan.  

“Para pedagang memperkirakan ekspektasi agresif terhadap penurunan suku bunga, dengan penurunan pertama kemungkinan terjadi pada bulan Maret dan penurunan sebesar 141 basis poin pada Desember tahun depan,” kata Ibrahim dalam risetnya, Senin (18/12/2023). 

Dari sentimen domestik, neraca perdagangan Indonesia kembali menorehkan surplus Rp 2,41 miliar pada November 2023. Ini merupakan surplus ke-43 kalinya sejak Mei 2020.  

Kendati demikian, nilai surplus perdagangan Indonesia turun jika dibandingkan US$3,48 miliar pada Oktober 2023. Bahkan surplus ini jauh menurun, jika dibandingkan dengan dari US$5,10 miliar pada bulan yang sama tahun 2022.

Lalu, berapa kurs dolar AS di BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI hari ini, Selasa (19/12/2023)?

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) pada pukul 10.07 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp15.490 dan harga jual sebesar Rp15.510 berdasarkan e-rate.

Lalu, berdasarkan bank notes, BCA pada pukul 08.02 WIB menetapkan harga beli sebesar Rp15.345 per dolar AS dan harga jual sebesar Rp15.645 per dolar AS.

Kurs               Beli (Rp)    Jual (Rp)

TT Counter    15.345      15.645

E Rate            15.490      15.510

Bank Notes   15.345      15.645

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menetapkan harga beli dan harga jual dolar AS pada pukul 09.08 WIB masing-masing sebesar Rp15.489 dan Rp15.515 untuk e-rate.

Kemudian BRI menetapkan harga beli TT counter sebesar Rp15.290 per dolar AS dan harga jual sebesar Rp15.740 per dolar AS.

Kurs               Beli (Rp)    Jual (Rp)

TT Counter   15.290       15.740

E Rate            15.489       15.515

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) pada pukul 08.50 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp15.520 dan harga jual sebesar Rp15.540 berdasarkan e-rate.

Lalu, Bank Mandiri menetapkan bank notes dengan harga beli sebesar Rp15.250 per dolar AS, sedangkan harga jual sebesar Rp15.600 per dolar AS.

Kurs               Beli (Rp)    Jual (Rp)

TT Counter   15.250       15.600

E Rate            15.520       15.540

Bank Notes   15.250       15.600

Adapun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menetapkan harga beli dan jual dolar AS untuk e-rate pada pukul 09.05 WIB masing-masing sebesar Rp15.539 dan Rp15.559.

Untuk bank notes BNI pada 09.05 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp15.330 per dolar AS dan harga jual sebesar Rp15.680 per dolar AS.

Kurs               Beli (Rp)    Jual (Rp)

TT Counter   15.330       15.680

E Rate            15.539       15.559

Bank Notes   15.330       15.680 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini