Simpanan Nasabah Tajir di Atas Rp5 Miliar Menyusut, Ada Apa?

Bisnis.com,05 Jan 2024, 05:54 WIB
Penulis: Arlina Laras
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA -- Simpanan nasabah bernilai besar atau nominal di atas Rp5 miliar tercatat mengalami penyusutan per November 2023. Pakar menilai faktor pendorong simpanan nasabah bernilai besar itu turun dipengaruhi kebijakan moneter Bank Indonesia.

Berdasarkan data Distribusi Simpanan Bank Umum yang dirilis Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), total nominal simpanan bank umum per November 2023 mencapai Rp8.274 triliun, naik 0,06% secara bulanan (MoM).

Namun, berdasarkan tiering-nya, simpanan nasabah tajir atau bernilai di atas Rp5 miliar mengalami penurunan pertumbuhan nominal terdalam secara bulanan.

Tercatat, simpanan nasabah dengan nominal di atas Rp5 miliar di bank mencapai Rp4.369 triliun, turun 0,3% MoM, turun 0,2% secara tahun berjalan (year-to-date), dan hanya tumbuh 1,6% secara tahunan. Meski begitu, simpanan nasabah tajir itu masih mendominasi keseluruhan simpanan di bank.

“Berdasarkan tiering simpanan, nominal simpanan terbesar terdapat pada tiering simpanan di atas Rp5 miliar yang mencakup 52,8% total simpanan,” tulis LPS dalam laporannya yang dikutip, Selasa (2/1/2024)

Lebih lanjut, pertumbuhan nasabah dengan saldo di atas Rp5 miliar ini cenderung loyo dibandingkan dengan tier simpanan nasabah lainnya. Misalnya, dengan nominal simpanan di bawah Rp100 juta yang naik 1,4% MoM, naik 0,1% ytd, dan naik 3,5% yoy.

Tak hanya itu, simpanan jumbo tersebut juga kalah dengan pertumbuhan simpanan nasabah saldo Rp100 juta hingga Rp200 yang naik 0,5% MoM. Lalu, tiering Rp200 juta hingga Rp500 juta tumbuh 0,3% dan Rp500 juta hingga Rp1 miliar 0,4%

Executive Director Segara Research Institute Piter Abdullah mengatakan menurunnya simpanan khususnya simpanan di atas Rp5 miliar diperkirakan disebabkan oleh kebijakan moneter yang ketat yaitu Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan dan melakukan operasi moneter kontraksi di antaranya dengan menerbitkan instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

“Perebutan dana [crowding out] yang kemudian terjadi menyebabkan tidak berputarnya uang dalam perekonomian. Semua komponen uang beredar, M0, M1 dan M2 mengalami penurunan. Dalam bentuk simpanan yang paling terlihat pada simpanan jumbo [di atas Rp5 miliar],” ungkapnya pada Bisnis, Rabu (3/1/2024).

Sebagaimana diketahui, saat ini total nominal simpanan Bank Umum pada November 2023 mencapai Rp8.274 triliun, naik 0,06% MoM.

Berdasarkan jenis simpanan, simpanan dengan nominal terbesar terdapat pada simpanan deposito yang mencakup 36,6% total simpanan.

Kenaikan nominal simpanan tertinggi terdapat pada jenis Deposit On Call sebesar 11,2% MoM, sedangkan penurunan pertumbuhan nominal simpanan terdalam terdapat pada jenis simpanan Giro sebesar 0,6% MoM.

Dari segi tiering simpanan, nominal simpanan terbesar terdapat pada tiering simpanan di atas Rp5 miliar yang mencakup 52,8% total simpanan.

Sementara, kenaikan nominal simpanan tertinggi terdapat pada tiering simpanan di atas Rp100 juta sebesar 1,4%, sedangkan penurunan pertumbuhan nominal simpanan terdalam pada tiering saldo di atas Rp5 miliar miliar sebesar 0,3% MoM. Lalu, total rekening simpanan bank umum pada November 2023 mencapai 554,60 juta rekening, naik 1,4% MoM.

Berdasarkan jenis simpanan, jumlah rekening simpanan terbanyak terdapat pada Tabungan yang mencakup 98,0% total rekening simpanan.

Kenaikan jumlah rekening tertinggi terdapat pada Deposit On Call sebesar 23,0% MoM, sedangkan penurunan jumlah rekening terdalam terdapat pada jenis simpanan Giro sebesar 1,3% MoM.

Di sisi tiering simpanan, jumlah rekening simpanan terbanyak terdapat pada tiering simpanan di bawah dari Rp100 juta yang mencakup 98,8% total rekening simpanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini