Rupiah Melemah, Cek Kurs BCA, BRI, Bank Mandiri, & BNI jelang Akhir Pekan (5/1)

Bisnis.com,05 Jan 2024, 10:59 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di salah satu money changer, Jakarta, Sabtu (30/7/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Rupiah kembali dibuka melemah ke posisi Rp15.517 per dolar AS pada perdagangan akhir pekan hari ini, Jumat (5/1/2024). Sejumlah data ekonomi AS mendorong dolar yang kemudian menekan rupiah.  

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah melemah 0,17% atau 26,50 poin ke level Rp15.517 di hadapan dolar AS. Sementara itu indeks dolar juga terpantau melemah 0,04% ke level 102,38.  

Sementara itu, sejumlah mata uang Asia mayoritas menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,06%, dolar Taiwan menguat 0,16%, won korea naik 0,16%, yuan China naik 0,10%, ringgit Malaysia naik 0,25%, peso Filiphina menguat 0,13% dan bath Thailand menguat 0,05%. Adapun, mata uang yang melemah hanya rupee India yang turun 0,07%. 

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memproyeksikan mata uang rupiah fluktuatif pada perdagangan hari ini, namun ditutup melemah direntang Rp15.470- Rp15.550 per dolar AS.

Terdapat sejumlah sentimen yang memengaruhi fluktuasi rupiah. Data terbaru yang menunjukkan melemahnya perekonomian AS terus mendukung spekulasi penurunan suku bunga The Fed tahun ini seiring dengan terkendalinya inflasi. 

Namun, meningkatnya ekspektasi terhadap skenario soft-landing di negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini telah membuat para pedagang terpecah mengenai kecepatan dan skala pelonggaran dari bank sentral AS.

“Penilaian pasar saat ini menunjukkan sekitar 72% kemungkinan bahwa The Fed akan mulai menurunkan suku bunganya pada bulan Maret, dibandingkan dengan peluang 90% pada minggu lalu, menurut alat CME FedWatch,” katanya dalam riset harian. 

Dari dalam negeri, rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) per akhir November tercatat 38,11%. Angka tersebut turun dari posisi Desember 2022 yang sebesar 39,7%.

Lalu, berapa kurs dolar AS di BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI hari ini, Jumat (5/1/2024)?

Kurs Jual Beli Dolar AS di BCA Hari Ini 

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) pada pukul 09.51 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp15.497 dan harga jual sebesar Rp15.517 berdasarkan e-rate.

Lalu, berdasarkan bank notes, BCA pada pukul 08.07 WIB menetapkan harga beli sebesar Rp15.370 per dolar AS dan harga jual sebesar Rp15.670 per dolar AS.

Kurs             Beli (Rp)    Jual (Rp)

TT Counter    15.370      15.670

E-Rate          15.497      15.517

Bank Notes    15.370      15.670

Kurs Jual Beli Dolar AS di BRI Hari Ini

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menetapkan harga beli dan harga jual dolar AS pada pukul 09.22 WIB masing-masing sebesar Rp15.509 dan Rp15.535 untuk e-rate.

Kemudian BRI menetapkan harga beli TT counter sebesar Rp15.455 per dolar AS dan harga jual sebesar Rp15.605 per dolar AS.

Kurs            Beli (Rp)    Jual (Rp)

TT Counter   15.455       15.605

E-Rate         15.509       15.535

Kurs Jual Beli Dolar AS di Bank Mandiri Hari Ini

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) pada pukul 09.55 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp15.510 dan harga jual sebesar Rp15.530 berdasarkan e-rate.

Lalu, Bank Mandiri menetapkan bank notes dengan harga beli sebesar Rp15.300 per dolar AS, sedangkan harga jual sebesar Rp15.650 per dolar AS.

Kurs             Beli (Rp)    Jual (Rp)

TT Counter    15.300       15.650

E-Rate          15.510       15.530

Bank Notes   15.300       15.650

Kurs Jual Beli Dolar AS di BNI Hari Ini

Adapun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menetapkan harga beli dan jual dolar AS untuk e-rate pada pukul 09.50 WIB masing-masing sebesar Rp15.496 dan Rp15.516.

Untuk bank notes BNI pada 09.50 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp15.335 per dolar AS dan harga jual sebesar Rp15.685 per dolar AS.

Kurs               Beli (Rp)    Jual (Rp)

TT Counter      15.335       15.685

E-Rate            15.496       15.516

Bank Notes     15.335       15.685 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini