Jokowi Khawatir Pendapatan per-Kapita RI Disalip Vietnam

Bisnis.com,15 Jan 2024, 12:13 WIB
Penulis: Erta Darwati
Jokowi Khawatir Pendapatan per-Kapita RI Disalip Vietnam. Presiden Jokowi di acara Konvensi XXIX dan Temu Tahunan XXV Forum Rektor Indonesia di Surabaya, Senin (15/1/2024). /Biro Pers Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kekhawatirannya terkait pendapatan per kapita Indonesia yang mungkin dapat disalip oleh Vietnam

Dia mengatakan bahwa Vietnam baru merdeka pada tahun 1975, artinya berbeda kemerdekaan 30 tahun dengan Indonesia. 

"Vietnam income per capita-nya kira kira US$4300. Kita sekarang sudah kira-kira US$5100. Padahal mulainya Vietnam di 1975 baru selesai perang, artinya 30 tahun duluan kita, tetapi mereka ngebut kencang dan hati-hati income per capita-nya hampir melampaui kita," katanya, saat pidato Temu Tahunan Rektor Indonesia, Senin (15/1/2024). 

Jokowi menegaskan bahwa Vietnam sudah lebih berkembang karena negaranya sangat menghargai periset. 

"Saya kemarin ke Vietnam mendapatkan informasi ada satu perusahaan di sana RnD-nya memiliki 2400 peneliti, ini swasta. Begitu mereka sangat menghargai yang namanya periset," ujarnya. 

Dia juga menyatakan bahwa selain Vietnam, China juga sangat menghargai periset di negaranya yang mencapai puluhan ribu. 

"Termasuk China juga sama. Ada yang satu perusahaan yang memiliki 24.000 periset," tambahnya. 

Lebih lanjut, Jokowi menegaskan jika Indonesia hanya santai saja, dan monoton, maka akan segera terkejar oleh Vietnam. 

Kemudian untuk mengatasi hal itu, dia menegaskan bahwa perlu adanya peran penting dari lembaga pendidikan untuk mencetak SDM-SDM unggul.

"Perlunya SDM berkualitas bukan hanya menguasai ilmu pengetahuan tapi juga mau terus belajar, SDM yang kuat fisik mental dan moralnya," ucapnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi berpidato saat membuka Konvensi XXIX dan Temu Tahunan XXV Forum Rektor Indonesia di Surabaya, pada 15 Januari 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Aprianus Doni Tolok
Terkini