Bank Indonesia Nilai Jika Pemilu 2 Putaran Untungkan Masyarakat

Bisnis.com,19 Jan 2024, 15:22 WIB
Penulis: Newswire
Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan (kanan), Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subiyanto (tengah), dan Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo saat Debat Capres Perdana di Jakarta, Selasa (12/12/2023). - Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia menilai pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) hingga 2 putaran menguntungkan masyarakat.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatra Barat (Sumbar) Endang Kurnia Saputra mengatakan apabila Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 berlangsung 2 putaran akan meningkatnya konsumsi sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Apabila pemilu berlangsung dua putaran maka masyarakat yang akan diuntungkan karena tingkat konsumsi meningkat," kata Kepala BI Perwakilan Provinsi Sumbar Endang Kurnia Saputra dikutip dari Antara, Jumat (19/1/2024).

Endang menyebutkan saat tahapan pemilu berlangsung maka pemerintah menyiapkan anggaran dalam jumlah besar terutama ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pihak penyelenggara pesta demokrasi. Dana itu kemudian digunakan untuk berbagai kegiatan salah satunya pembuatan alat peraga kampanye.

Artinya, sambung eks Deputi Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta tersebut, pelaku usaha yang bergerak di sektor percetakan akan menerima banyak permintaan pembuatan alat peraga kampanye. Hal itu secara langsung dapat menggeliatkan ekonomi masyarakat.

Contoh lainnya ialah partai politik, calon legislatif bahkan calon presiden dan calon wakil presiden akan memesan atribut kampanye misalnya baju, topi, syal, jaket dan lain sebagainya.

Dengan permintaan tersebut maka industri tekstil di Tanah Air akan ikut kecipratan anggaran yang digelontorkan pemerintah maupun dari para calon anggota DPR, DPD hingga calon presiden dan calon wakil presiden yang maju.

"Jadi, dampaknya adalah pemerintah akan belanja, industri tumbuh, dan konsumsi masyarakat juga ikut tumbuh," ujarnya.

Sebelumnya Deputi Gubernur BI Aida S Budiman mengatakan pemilu dua putaran akan berdampak lebih besar ke konsumsi yakni sekitar 0,6 persen terhadap konsumsi.

"Besarnya (dampak) akan lebih besar di 2024. Hitungannya tergantung apakah kita satu atau dua putaran. Kalau dua putaran mungkin dia (dampaknya) bisa sekitar 0,6 persen terhadap konsumsi," kata Aida.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini