Era Suku Bunga Tinggi Berakhir, Bunga Deposito Bank Digital Naik atau Turun?

Bisnis.com,20 Jan 2024, 14:09 WIB
Penulis: Arlina Laras
Karyawan melayani nasabah di digital lounge PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) di Jakarta, Selasa (22/8/2023). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Potensi pemangkasan suku bunga acuan The Fed pada 2024 menjadi pertimbangan bagi Bank Indonesia dalam membuka ruang penurunan suku bunga. Sejumlah bank digital pun memberikan sinyal penyesuaian simpanan ke depan.

Sebagaimana diketahui, BI menahan suku bunga acuan atau BI rate di level 6% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 16-17 Januari 2024.

”Rapat Dewan Gubernur [RDG] Bank Indonesia pada 16 dan 17 Januari 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6%,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG BI, Rabu (17/1/2024).

Perry berujar dalam hal menurunkan BI rate ke depan, pihaknya bakal terus mempertimbangkan seberapa cepat penguatan nilai tukar rupiah, kondisi inflasi inti dan pangan hingga dorongan kredit terhadap pembiayaan ekonomi.

Adapun, suku bunga simpanan ataupun deposito bank digital masih terus berada di tren yang tinggi. Bank digital memang kerap memberi bunga tinggi kepada nasabah di produk simpanannya untuk menarik nasabah, bahkan ada yang suku bunga simpanannya mencapai 8,75%.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menyebut tren bunga tinggi yang ditawarkan bank digital masih akan berlangsung dalam tiga tahun ke depan.

“Apalagi, tren perebutan dana di pasar makin ketat karena bank juga harus bersaing dengan surat utang pemerintah yang bunganya tinggi,” ujarnya pada Bisnis yang dikutip Sabtu (20/1/2024).

Sementara itu, dari sisi pemain PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) sendiri menyebutkan untuk menyikapi kebijakan moneter yang diterapkan regulator, suku bunga simpanan dan kredit bakal mengikuti perkembangan kondisi pasar untuk menjaga margin yang sehat.

Pjs Direktur Utama Bank Neo Commerce Aditya Windarwo mengatakan justru yang tidak kalah penting adalah BNC tetap menjalankan strategi dan kedisiplinan mitigasi risiko.

“Hal ini dilakukan dalam menghadapi kondisi keuangan dunia yang menantang di tahun 2024 dan tahun-tahun selanjutnya,” katanya pada Bisnis, Jumat (19/1/2024). 

Tercatat PT Bank Neo Commerce Tbk. (BYBB) menawarkan produk deposito bernama Neo WOW. Berdasarkan laman resminya, per 15 Oktober 2023, Bank Neo Commerce menawarkan bunga di produk simpanan ini hingga 8%.

Jangka waktu pengambilan simpanan mulai dari 7 hari, 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan. Adapun, minimum setoran dana adalah Rp100.000.Senada, Direktur Utama PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan melakukan review suku bunga secara berkala sesuai dengan ketentuan & kebijakan pemerintah serta kondisi pasar.

“Kami sadar bahwa kami masih harus mengoptimalkan NIM setelah tekanan beberapa saat dari kondisi ekonomi yang dipengaruhi dari geopolitik, inflasi dan kenaikan suku bunga,” tuturnya pada Bisnis.

Mengacu laman resminya, Bank Raya menawarkan suku bunga pada produk simpanan salah satunya Saku Jaga Optimal di rentang 4% hingga 6%.

Lebih dulu, Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung sendiri sempat mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menaikkan suku bunga deposito di tengah tren suku bunga yang menanjak di level 6%.

"Ada kok penyesuaian, tapi enggak banyak. Kira-kira naik 0,25 basis poin, ini sudah berlaku," katanya beberapa waktu lalu, (9/11/2023). Adapun, sebelumnya tercatat bahwa bunga deposito Bank Jago yang ditawarkan adalah sebesar 5% per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ibad Durrohman
Terkini