Right Issue Rampung, Kepemilikan Asing di Bank Mayapada (MAYA) Susut

Bisnis.com,22 Jan 2024, 13:12 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Kantor pusat PT Bank Mayapada International Tbk. (MAYA) di Mayapada Tower, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. / Dok. Bank Mayapada.

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mayapada Internasional Tbk. (MAYA) telah menggelar aksi penambahan modal melalui right issue pada bulan ini. Seiring dengan aksi tambah modal itu, porsi kepemilikan sejumlah investor asing di Bank Mayapada pun susut.

Berdasarkan laporan kepemilikan aset di atas 5% PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 18 Januari 2024, investor asing MAYA yang merupakan perusahaan asuransi jiwa asal Taiwan, Cathay Life Insurance tercatat hanya memiliki 12,46% porsi kepemilikan di MAYA dengan jumlah saham yang digenggam 2,27 miliar. 

Padahal, berdasarkan laporan komposisi kepemilikan saham MAYA per 31 Desember 2023, Cathay masih memiliki 19,36% kepemilikan saham di MAYA dengan jumlah saham 2,29 lembar.

Tak hanya Chatay, Galasco Investments Ltd. yang berbasis di Virgin Island tercatat hanya memiliki kepemilikan saham 8,22% di MAYA dengan 1,49 miliar lembar. Padahal, sebelumnya Galasco menggenggam 12,67% kepemilikan dengan 1,49 miliar lembar saham MAYA.

Hal ini terjadi lantaran Bank Mayapada telah menambah modalnya melalui right issue. Sementara, baik Cathay dan Galasco tidak terlibat dalam aksi right issue MAYA. Kepemilikan saham kedua investor asing MAYA pun terdilusi.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Bank Mayapada mencatatkan penambahan saham 78,54 juta lembar dalam right issue. Alhasil, jumlah saham setelah pencatatan saham hasil pelaksanaan right issue menjadi 18,19 miliar. 

"Tanggal pencatatan saham baru adalah 22 Januari 2024," tulis Manajemen Bank Mayapada di keterbukaan informasi pada akhir pekan lalu (19/1/2024).

Adapun, pemegang saham pengendali MAYA yakni konglomerat Dato Sri Tahir terpantau bergeliat menyuntikan dana kepada MAYA dalam right issue.

Dato Sri Tahir telah melakukan penyetoran uang muka setoran modal kepada perseroan sebesar Rp752,12 miliar sebagaimana dibuktikan dengan bukti setoran modal tanggal 23 Juni 2023 dan 26 Juni 2023.

Tahir sendiri menggenggam kepemilikan saham di MAYA secara pribadi sebanyak 567,27 juta lembar atau 4,79%. Tahir juga menggenggam kepemilikan saham di MAYA melalui PT Mayapada Karunia sebanyak 3,53 miliar lembar atau 29,89% dan PT Mayapada Kasih 563,86 juta atau 4,77%.

Mayapada Karunia telah melakukan penyetoran uang muka setoran modal dalam aksi right issue MAYA sebesar Rp417,89 miliar. Mayapada Kasih pun melakukan penyetoran uang muka setoran modal sebanyak Rp398,41 miliar.

Selain itu, anak Dato Sri Tahir yakni Jonathan Tahir menyetor Rp165,97 miliar dalam aksi right issue MAYA.

Sebelumnya, Bank Mayapada memang berencana menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) XIV atau right issue sebanyak 26,74 miliar lembar. Periode pelaksanaan right issue itu pada 15 Januari 2024 hingga 19 Januari 2024.

Bank Mayapada memproyeksikan dana yang diperoleh dari gelaran right issue itu berjumlah sebanyak-banyaknya sebesar Rp4,01 triliun. 

Rencananya, dana yang diperoleh dari PMHMETD XIV setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dipergunakan seluruhnya oleh perseroan untuk modal kerja dalam rangka pengembangan usaha terutama dalam pemberian kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini