Mandala Finance (MFIN) Targetkan NPF Turun di Bawah 2,3% Tahun Ini

Bisnis.com,24 Jan 2024, 16:19 WIB
Penulis: Pernita Hestin Untari
Mandala Finance/mandalafinance.com

Bisnis.dom, JAKARTA — Perusahaan pembiayaan PT Mandala Multifinance Tbk. (MFIN) atau Mandala Finance menargetkan penurunan tingkat rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) pada 2024. Sepanjang 2023, tingkat rasio kredit bermasalah perseroan mencapai 2,3%. 

“Mandala Finance tutup dengan rate NPF pada 2023 dengan 2,3% yang memang kami terus berusaha untuk menekan agar turun.  Namun secara industri kami masih di bawah rata-rata,” kata Managing Director Mandala Finance Christel Lesmana dalam acara Media Gathering di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/1/2024). 

Untuk menjaga tingkat kredit macet tersebut, Christel mengatakan pihaknya menyiapkan beberapa strategi sesuai risk appetite perseroan. Pertama-tama, Mandala Finance tentunya akan menyeleksi calon nasabah sebelum memberikan kredit. Selain itu, perseroan tidak akan memberikan kredit di atas kemampuan nasabah. 

“Kalau memang permintaan mereka itu terlalu berlebih dari apa yang mereka bisa tanggung jawabkan, kami juga tidak mau menjerumuskan mereka ke utang yang sebenarnya enggak bisa mereka bayar,” ungkapnya.  

Oleh sebab itu, perseroan selalu melihat pendapatan (income) calon nasabah sebagai salah satu syarat. Selain itu, perseroan juga akan melihat apakah konsumen menggunakan fasilitas Mandala Finance untuk tujuan konsumtif atau produktif. Mandala Finance tentunya akan lebih setuju memberikan layanannya kepada nasabah produktif. 

“Jadi apakah ini [pinjaman/kredit] bisa membantu ekonomi mereka atau justru menjerumuskan. Jadi kita menyetujui atau mengolah melihatnya dari situ [pendapatan dan kebutuhan],” katanya. 

Christel pun melihat banyak nasabah yang mengajukan kredit motor perseroan untuk kebutuhan usaha. Selanjutnya, dia mengatakan pihaknya tentu akan memastikan bahwa semua proses tersebut berjalan dengan lancar. 

Pihaknya juga akan terus memperbaiki proses kerja dari tata kelola dan menggunakan alternatif data yang bisa membantu menyeleksi nasabah dengan lebih baik. 

“Karena lebih banyak informasi lebih banyak data, maka kami pun lebih baik memutuskan penyaluran kredit sesuai dengan kehati-hatian kami,” tandasnya. 

Pada November 2023, Otoritas Jasa Kesehatan (OJK) mencatat profil risiko perusahaan pembiayaan secara industri masih terjaga dengan baik. Adapun rasio pembiayaan bermasalah berada di level 0,72% dengan NPF gross sebanyak 2,54%. Kondisi tersebut membaik apabila dibandingkan dengan posisi pada Oktober 2023 dengan rasio NPF net mencapai 0,78% dan NPF gross 2,57%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Aprianto Cahyo Nugroho
Terkini