BCA (BBCA) Bidik Kredit UMKM Tumbuh 14% pada 2024

Bisnis.com,31 Jan 2024, 03:00 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang BCA di Jakarta, Selasa (21/12/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, MATARAM — PT Bank Central Asia TBk. (BBCA) menargetkan penyaluran kredit UMKM dapat tumbuh dua digit di kisaran 12%—14% pada tahun naga kayu 2024.

Target tersebut seiring dengan nilai penyaluran UMKM yang tembus Rp116 triliun pada tahun 2023 atau meningkat 13,4% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Direktur BCA John Kosasih mengatakan bahwa secara umum total SME dan komersial perusahaan sepanjang 2023 tumbuh sekitar 11,5% yoy dengan total plafon mencapai Rp395 triliun yang terdiri dari SME dan komersial.

Sepanjang 2023, BCA mencatat penyaluran kredit UKM terus bertumbuh mencapai Rp107,9 triliun atau naik 16% yoy.

John menuturkan bahwa Indonesia memiliki total sekitar 65 juta UMKM yang menyumbang produk domestik bruto (PDB) sekitar 65%. Dia menjelaskan bahwa UMKM merupakan pilar ekonomi di Indonesia.

“Jadi ini akan kami terus dorong, kalau tahun lalu tumbuh kurang lebih sekitar 16% [penyaluran UKM], tahun ini [kredit UMKM] 2024 kira-kira antara sekitar 12-14%,” ujarnya.

Untuk UMKM, John menyampaikan bahwa BCA membiayai beragam macam sektor, mulai dari perdagangan, distribusi, ritel, toserba, bahan bangunan, besi konstruksi, hingga transportasi logistik.

“Itu hubungannya lengkap karena transportasi dan logistik itu penting. Itu merupakan fokus di BCA,” jelasnya.

Emiten bersandi saham BBCA itu juga menutup tahun 2023 dengan menjaga rasio kualitas kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di level 1,9%.

“Kredit macet kita terendah sekali 1,9%, alhamdulillah kita bisa mengelola dengan baik dan selama ini pertumbuhan kredit disertasi dengan kualitas yang terjaga dengan baik,” ujarnya.

Perlu diketahui, BCA dan entitas anak menutup tahun buku 2023 dengan pertumbuhan total kredit 13,9% yoy. Peningkatan volume kredit BCA tumbuh dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir.

Per Desember 2023, kredit korporasi tumbuh 15,0% yoy mencapai Rp368,7 triliun, sedangkan kredit komersial naik 7,5% yoy mencapai Rp126,8 triliun.

Kemudian, kredit UKM terus bertumbuh mencapai Rp107,9 triliun pada akhir 2023, atau naik 16,0% yoy. Pertumbuhan kredit UKM tersebut menjadi yang tertinggi di segmen kredit bisnis.

Di sisi lain, laba bersih BCA dan entitas anak tumbuh 19,4% yoy menjadi Rp48,6 triliun yang ditopang pertumbuhan kredit yang berkualitas, peningkatan volume transaksi, dan pendanaan, serta perluasan basis nasabah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Feni Freycinetia Fitriani
Terkini