Lompatan Laba Bank Jumbo BRI, BCA, dan BNI sepanjang 2023

Bisnis.com,31 Jan 2024, 11:00 WIB
Penulis: Arlina Laras
Ilustrasi bank. /Freepik

Bisnis.com, JAKARTA -- Sederet bank jumbo Tanah Air, PT Bank Central Asia Tbk. (BCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) hingga PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) mencatatkan kinerja yang kinclong sepanjang 2023, utamanya dalam raihan laba. 

Adapun, pertumbuhan laba tersebut merupakan hasil dari strategi bank besar RI untuk berfokus pada pendekatan ekosistem bisnis baik dari sisi pembiayaan maupun pendanaan,

Bahkan, bila disandingkan, ketiga bank jumbo menutup tahun dengan pertumbuhan laba dobel digit sepanjang 2023

Laba BCA 2023

BCA tercatat meraup ngantongi laba sepanjang 2023, naik 19,4% menjadi Rp48,6 triliun secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kinerja laba bersih bank itu pun didukung oleh penyaluran kredit yang terakselerasi. Peningkatan volume kredit BCA tumbuh dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir. Di mana, secara total, kredit BCA naik 13,9% secara tahunan menjadi Rp810,4 triliun

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan kinerja penyaluran kredit perseroan terjaga meski di tengah tekanan inflasi global dan sensi geopolitik.

“Salah satunya, terdorong dengan adanya penyelenggaraan event, 2 kali BCA Expo,” ujarnya dalam Paparan Kinerja 2023, Kamis (25/1/2024).

Kinerja mesin kredit bank ini pun membuat raupan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BCA tumbuh 17,5% secara tahunan menjadi Rp75,4 triliun di sepanjang 2023.

Sementara itu, pendapatan selain bunga tumbuh 5,5% YoY menjadi Rp23,9 triliun, sehingga total pendapatan operasional tercatat sebesar Rp99,3 triliun atau naik 14,4% YoY. 

Adapun, dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) BCA naik 6,0% YoY mencapai Rp1.102 triliun, sehingga mendorong kenaikan total aset perseroan sebesar 7,1% YoY menjadi Rp1.408 triliun. Dana giro dan tabungan (CASA) berkontribusi sekitar 80% dari total DPK. 

Laba BNI 2023

BNI yang merupakan bank pelat merah ini menjadi bank jumbo kedua yang melaporkan kinerjanya sepanjang 12 bulan 2023.

Secara konsolidasi, BNI mencatatkan laba bersih mencapai Rp21,11 triliun atau naik 14,23% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp18,48 triliun sepanjang 2022. 

Dari laba konsolidasi BNI 2023 ini, sebanyak Rp196,75 miliar akan diatribusikan kepada entitas nonpengendali, sedangkan Rp20,9 triliun menjadi laba yang dijadikan dasar untuk pembagian dividen karena masuk entitas induk. 

Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini mengatakan pendapatan non-bunga (non-interest income) juga terus memberikan dorongan pada profitabilitas, dengan pencapaian satu tahun penuh sebesar Rp21,47 triliun atau tumbuh 6,6% YoY.

“Kebutuhan transaksi dari segmen business banking dan consumer dapat dijawab oleh berbagai channel digital, sehingga memberikan kontribusi pendapatan yang konsisten bagi BNI,” katanya dalam Paparan Kinerja 2023, pekan lalu, (26/1/2024).

Adapun, di sisi fungsi intermediasi, BNI telah menyalurkan kredit secara konsolidasi mencapai Rp695,08 triliun, naik 7,57% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp646,19 triliun pada 2022. 

Alhasil, peningkatan kredit membuat aset BNI ikut terkerek menjadi Rp1.086,66 triliun atau tumbuh 5,52% dibanding sepanjang 2022 yakni Rp1.029.84 triliun. 

Sementara, dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI mampu meraup Rp810,73 triliun atau tumbuh 5,4% secara tahunan.

Laba BRI 2023

Tak mau kalah, BRI juga mencatatkan kinerja yang solid yang beriringan dengan dua bank jumbo lainnya. BBRI mengumumkan meraih laba bersih konsolidasi Rp60,43 triliun sepanjang 2023. Capaian laba ini melonjak 17,54% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp51,41 triliun.   

Untuk bank only, laba BRI mencapai Rp53,15 triliun, naik 11,13% dari posisi yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang 2022, laba BRI saja Rp47,83 triliun. 

Direktur Utama BRI Sunarso menyebut ada sejumlah faktor yang membuat laba perseroan tembus dobel digit sepanjang 2023

“Capaian ini ditopang penyaluran kredit yang tumbuh dobel digit diatas industri perbankan, kualitas kredit yang terjaga baik, penghimpunan dana pihak ketiga yang fokus pada dana murah serta efisiensi yang terus meningkat dari transformasi digital BRI,” ucapnya dalam Paparan Kinerja 2023, Rabu (31/1/2024). 

Sebagaimana diketahui, hingga akhir Desember 2023 kredit BBRI tumbuh 11,2% menjadi Rp1.266,4 triliun. Sunarso mengatakan pertumbuhan kredit BRI ini di atas industri perbankan nasional yang sebesar 10,4% yoy pada periode yang sama.

Adapun, rasio kredit bermasalah (NPL) BRI sebesar 2,95% per 31 Desember 2023. "Dengan bank yang berfokus pada UMKM, NPL di bawah 3% ini menunjukkan kami concern dan hati-hati dalam mengelola kredit dengan risk management yang baik dan benar," imbuh Sunarso.

Sementara itu, dari sisi pendanaan, BRI meraup dana pihak ketiga (DPK) BRI mencapai Rp1.358,33 triliun sepanjang 2023, naik 3,86% yoy. Adapun, dana murah atau current account savings account (CASA) BRI sebesar Rp874,07 triliun sepanjang 2023 atau porsinya mencapai 64,35% dari total DPK.

Tingkat Profitabilitas

Rata-rata bank kelas kakap ini juga mencatatkan peningkatan dari sisi rasio profitabilitasnya. Tingkat pengembalian ekuitas (return on equity/ROE) BNI misalnya naik 45 basis poin (bps) ke level 16,84% pada Desember 2023. 

Bahkan, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan BNI memiliki aspirasi untuk dapat meningkatkan ROE hingga 20% pada tahun 2028.

Peningkatan ROE akan dicapai melalui konsistensi dalam membukukan pertumbuhan kredit yang berkualitas dari segmen consumer, corporate, dan UMKM sehingga kualitas aset akan sehat dalam jangka panjang.

Sebagaimana diketahui, makin tinggi nilai ROE, maka semakin baik kinerja bank dalam menghasilkan laba bersih. Rasio ini menunjukkan tingginya keuntungan yang dihasilkan oleh bank dari setiap nilai yang diinvestasikan pemegang sahamnya. 

Selain BNI, BCA juga mencatatkan kenaikan ROE 179 basis poin (bps) menjadi 23,49% sepanjang 2023. Kemudian, BRI juga meraih ROE di level 18,25% sepanjang 2023. Di mana, raihan BRI ini dihitung menggunakan laba setelah pajak dibagi dengan rata-rata ekuitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini