Alert! Ini 10 Provinsi dengan Kredit Macet Pinjol Tertinggi

Bisnis.com,04 Feb 2024, 18:34 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Ilustrasi pinjaman online atau pinjol/Dok. Freepik

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat 10 provinsi dengan kredit macet atau tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) di industri financial technology peer-to-peer (fintechP2P) lending atau pinjaman online (pinjol) per November 2023.

Berdasarkan data Statistik P2P lending November 2023 yang dipublikasikan OJK pada Selasa (30/1/2024), Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi provinsi dengan kredit macet tertinggi per November 2023. Angka kredit macetnya mencapai 5,80%.

Kredit macet yang dicatatkan NTB lebih tinggi dibandingkan industri yang hanya di level 2,81%. Namun, kredit macet NTB sedikit membaik 0,01% dari Oktober 2023 yang berada di angka 5,81%.

Jika dilihat dari sisi jumlah rekening, OJK mencatat terdapat 137.555 penerima pinjaman aktif di NTB dengan outstanding pinjaman Rp501,67 miliar pada 11 bulan pertama tahun lalu.

Kredit macet pinjol tertinggi juga terjadi di wilayah Jawa Barat yang mencapai 3,67%. Angka ini membaik dibandingkan posisi Oktober 2023 di level 3,75%.

Selain NTB dan Jawa Barat, OJK juga mencatat DKI Jakarta menjadi wilayah dengan kredit macet pinjol tertinggi di urutan ketiga. Kredit macet pinjol di DKI Jakarta berada di angka 2,83% pada November 2023.

Berikutnya, di urutan keempat dengan kredit macet tertinggi adalah Jawa Timur di level 2,81%. Angka ini sama dengan kondisi industri fintech P2P lending pada November 2023.

Berikut daftar 10 provinsi dengan kredit macet tertinggi per November 2023

No

Wilayah

TWP90

1.

Nusa Tenggara Barat

5,80%

2.

Jawa Barat

3,67%

3.

DKI Jakarta

2,83%

4.

Jawa Timur

2,81%

5.

Kalimantan Selatan

2,77%

6.

Jawa Tengah

2,71%

7.

DI Yogyakarta

2,57%

8.

Sumatra Selatan

2,54%

9.

Lampung

2,53%

10.

Kalimantan Timur

2,20%

Data: Statistik OJK, diolah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Feni Freycinetia Fitriani
Terkini