Bos BTN Beberkan Progres Akuisisi Bank Muamalat, Rampung April 2024?

Bisnis.com,07 Feb 2024, 15:50 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu (ketiga kanan) mendapatkan ucapan selamat dari Komisaris Utama Chandra Hamzah (kedua kiri) disaksikan Wakil Komisaris Utama Iqbal Latanro (kanan), Direktur Consumer Hirwandi Gafar (kedua kanan), Komisaris Independen Sentot A. Sentausa (kiri), dan Direktur IT & Digital Andi Nirwoto seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Kamis (16/3). JIBI/Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) sedang dalam proses penjajakan akuisisi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Akuisisi itu ditargetkan rampung pada April 2024.

Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan langkah akuisisi bank syariah tertua di Indonesia itu masih dalam proses due diligence. "Masih on proces, kita tunggu saja," tuturnya setelah acara Bloomberg Technoz Economic Outlook 2024 pada Rabu (7/2/2024). 

Adapun, ia mengatakan pada Maret proses due diligence itu akan rampung. Sementara April BTN akan ambil keputusan langkah akuisisi Bank Muamalat. 

"Saya sudah lapor ke Pak Erick [Menteri BUMN Erick Thohir], kayaknya optimisnya April. Di April kita ambil keputusan," ujar Nixon.

Sebelumnya, Erick mengatakan bahwa Kementerian BUMN sudah melakukan diskusi dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Menteri Agama terkait peluang akuisisi Bank Muamalat oleh BTN. Setelah akuisisi, unit usaha syariah (UUS) BTN yakni BTN Syariah kemudian akan digabungkan dengan Bank Muamalat.  

“Kami sudah diskusi sama BPKH dan Pak Menteri Agama, mungkin tidak kita bersinergi antara Bank Muamalat dengan BTN Syariah untuk menjadikan alternatif bank syariah yang besar,” ujarnya di Gedung Kementerian BUMN, pada akhir tahun lalu (19/12/2023).  

Menurut Erick, penggabungan dua bank tersebut memiliki peluang besar untuk masuk ke dalam jajaran 10 bank syariah terbesar di dunia.

Terkait aksi korporasi itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun mengonfirmasi bahwa pihak bank telah berkomunikasi. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan OJK pun akan mendukung langkah konsolidasi yang dilakukan dalam rangka pengembangan perbankan syariah Indonesia.

Dian juga menuturkan bahwa OJK akan mendorong terjadinya konsolidasi bank umum syariah (BUS) dan UUS untuk menjadi bank syariah baru dengan minimal total aset Rp200 triliun. “Kita harapkan akan ada 1-2 BUS hasil konsolidasi,” katanya.

Selanjutnya, dengan upaya konsolidasi ini diharapkan struktur pasar perbankan syariah kedepan akan lebih ideal dengan kehadiran beberapa bank syariah berskala besar yang lebih kompetitif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Aprianto Cahyo Nugroho
Terkini