OJK Siapkan Sejumlah Strategi untuk Tangkal Bank Bangkrut, Apa Saja?

Bisnis.com,20 Feb 2024, 13:45 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Foto multiple exposure warga beraktivitas di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Minggu (31/12/2023). Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Pada tahun ini sudah ada empat bank bangkrut di Indonesia yang semuanya merupakan bank perekonomian rakyat (BPR). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun menyiapkan ancang-ancang pada 2024.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan OJK memiliki sejumlah kebijakan prioritas untuk mendukung pengembangan sektor jasa keuangan pada 2024.

Di antara prioritas kebijakan adalah peningkatan daya saing sektor jasa keuangan dan pendalaman pasar keuangan untuk mendorong pertumbuhan ekononomi nasional yang inklusif serta berkelanjutan. Dalam prioritas kebijakan tersebut, OJK pun menaruh perhatian pada industri BPR yang marak bangkrut pada tahun ini.

"Kami juga mendorong BPR berkinerja baik dan dapat go public," ujarnya dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) pada Selasa (20/2/2024).

Menurutnya, OJK akan konsisten mengoptimalisasi sektor jasa keuangan, termasuk perbankan menjadi penggerak roda perekonomian, terutama dalam mendukung revitalisasi industri serta menyediakan pembiayaan.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan terhadap BPR itu, OJK memang tengah menaruh perhatian dengan menyiapkan sejumlah kebijakan.

Pada awal 2024, OJK misalnya menyiapkan peta jalan atau roadmap BPR. Dalam roadmap tersebut, OJK akan mendorong adanya konsolidasi BPR.

Tujuan dari konsolidasi itu adalah agar BPR semakin sedikit dan efisien. "Kami upayakan dengan konsolidasi. Di satu lokasi itu persaingannya akan sehat. Ada indikator-indikator yang kita pakai supaya [BPR] cukup segini saja jumlahnya," ujar Dian.

Roadmap juga akan dikeluarkan sebagai tindak lanjut dari Undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK) yang telah membuka ruang bagi BPR meningkatkan modal melalui initial public offering (IPO).

Selain itu, OJK juga mengarahkan BPR agar menjadi community bank. "Jadi, pelayanan nasabah lebih personal," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, ramai bank bangkrut di Indonesia pada tahun ini, padahal baru beru berjalan dua bulan. Terbaru, pada bulan ini PT BPR Bank Pasar Bhakti bangkrut dan dicabut izin usahanya oleh OJK.

PT BPR Usaha Madani Karya Mulia yang berbasis di Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah juga dicabut izin usahanya oleh OJK pada tahun ini.

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Mojo Artho Kota Mojokerto (Perseroda) juga bangkrut dan dicabut izin usahanya oleh OJK akibat pengelolaan bank yang tidak sehat. 

OJK juga telah mencabut izin usaha Koperasi BPR Wijaya Kusuma pada awal tahun ini karena mengalami masalah tata kelola dan berstatus bank dalam penyehatan serta bank dalam resolusi.

Adapun, sepanjang tahun lalu atau pada 2023 terdapat empat kasus bank bangkrut. Apabila ditarik sejak 2005, maka total ada 126 bank bangkrut di Tanah Air.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini