Rupiah Tembus Rp15.600 per Dolar, BI: Lebih Baik dari Mata Uang Asing Lain

Bisnis.com,21 Feb 2024, 16:50 WIB
Penulis: Maria Elena
Karyawati menghitung mata uang Dolar Amerika Serikat di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Senin (14/8/2023). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan bahwa nilai tukar rupiah tetap terkendali didukung oleh kebijakan stabilisasi, meskipun saat ini tembus di atas Rp15.600 per dolar AS. 

Tercatat, nilai tukar rupiah hingga 20 Februari 2024 kembali menguat 0,77% point-to-point, setelah pada Januari 2024 melemah 2,43%.

Penguatan nilai tukar rupiah ini kata Perry didorong oleh kebijakan stabilisasi yang ditempuh, aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi yang tetap baik.

Dibandingkan dengan level akhir Desember 2023, imbuhnya, nilai tukar rupiah hanya sedikit melemah, yaitu sebesar 1,68%.

“Lebih baik dibandingkan dengan pelemahan won Korea, ringgit Malaysia, dan baht Thailand masing-masing sebesar 3,69%, 4,27%, dan 5,31%,” katanya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), Rabu (21/2/2024).

Perry memperkirakan nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dengan kecenderungan menguat, yang didorong oleh berlanjutnya aliran masuk modal asing serta didukung oleh kebijakan stabilisasi BI.

Selain itu, stabilitas rupiah juga akan didukung oleh penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui melalui optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI). 

BI juga akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha untuk mendukung implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan implementasi PP No. 36/2023.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat ke level Rp15.635 pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (21/2/2024), setelah Bank Indonesia menahan suku bunga acuan atau BI Rate.

Mayoritas mata uang Asia lainnya juga terpantau menguat terhadap greenback. Mengutip data Bloomberg pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup menguat 0,16% atau naik 25 poin ke Rp15.635 per dolar AS. Hal tersebut terjadi di tengah melemahnya indeks dolar AS sebesar 0,03% ke 104,04.

Bersama dengan rupiah, beberapa mata uang Asia lainnya juga menguat seperti dolar Singapura naik 0,04%, dolar Hong Kong naik 0,01%, won Korea Selatan naik 0,21%, dan peso Filipina naik 0,19%. Lalu rupee India naik 0,06%, yuan China naik 0,08%, ringgit Malaysia naik 0,10%, dan baht Thailand naik 0,42%. Sementara itu, yen Jepang melemah 0,09% di hadapan dolar AS. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Feni Freycinetia Fitriani
Terkini