BFI Finance (BFIN) Kantongi Laba Bersih Rp1,6 Triliun pada 2023

Bisnis.com,26 Feb 2024, 12:30 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Karyawan melayani nasabah di kantor cabang PT BFI Finance Tbk. (BFIN), Jakarta, Senin (2/1/2023). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan pembiayaan (leasing) PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) atau BFI Finance membukukan laba bersih senilai Rp1,6 triliun sepanjang 2023. Laba yang dikantongi emiten bersandi saham BFIN itu menyusut 9% dibandingkan periode 2022.

Direktur Keuangan BFI Finance Sudjono mengungkapkan bahwa perolehan laba bersih tersebut merupakan kedua tertinggi sepanjang sejarah berdirinya BFI Finance, walau secara perbandingan nilai ini turun.

Meski demikian, Sudjono menyampaikan bahwa BFI Finance berhasil fokus menjaga fundamental kinerja serta melanjutkan pertumbuhan bisnis.

“Tahun di mana perusahaan mencatat pencapaian tertinggi sepanjang sejarah perusahaan,” kata Sudjono dalam keterangan tertulis, Senin (26/2/2024).

Sementara itu, pencapaian nilai aset baru yang dilaporkan oleh BFI Finance senilai Rp24,0 triliun, atau naik 9,4% yoy dari sebelumnya sebesar Rp21,9 triliun.

Sudjono menjelaskan bahwa besarnya kelolaan aset tersebut dikontribusi dari bertumbuhnya total piutang pembiayaan yang dikelola (managed receivables), yakni sebesar 7,4% dari Rp20,5 triliun menjadi Rp22,0 triliun.

Sudjono menambahkan bahwa nilai pembiayaan baru (new booking) turun 5% yoy menjadi Rp19,1 triliun.

Penurunan tersebut dikarenakan menjelang akhir semester I/2023, BFIN menghentikan sementara sistem operasional guna peningkatan keamanan digital, segera setelah terdeteksi adanya serangan siber. Atas kondisi ini, BFI Finance segera melakukan recovery dan penyesuaian di berbagai lini.

“Pada kuartal IV/2023, seluruh proses recovery telah tuntas dan perusahaan kembali berfokus untuk peningkatan kinerja yang ditargetkan, dan kembali membukukan pertumbuhan pembiayaan baru yang meningkat 11,3% dibandingkan kuartal sebelumnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, BFIN membukukan total pendapatan sebesar Rp6,4 triliun, atau meningkat 18,0% yoy. Berdasarkan piutang pembiayaan yang dikelola, bisnis BFI Finance masih didominasi oleh 62,7% pembiayaan beragun kendaraan roda empat dan roda dua.

Diikuti dengan pembiayaan alat berat dan mesin sebesar 14,9%, pembiayaan untuk pembelian unit kendaraan roda empat bekas dan baru sebesar 14,0%, pembiayaan beragun sertifikat properti sebesar 4,4%, serta pembiayaan berbasis syariah sebesar 4,0%.

Dalam hal pendanaan, selain pinjaman bank, BFI Finance juga memperoleh pendanaan dari pasar surat utang dalam bentuk Obligasi Rupiah. Sepanjang 2023, BFI Finance telah tiga kali menerbitkan obligasi baru, yaitu Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap III, IV, dan V Tahun 2023, dengan nilai perolehan seluruhnya mencapai Rp3,8 triliun.

Di sisi lain, BFI Finance mencatat rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) ditekan hingga berada di level bruto 1,36% dan level neto 0,15% per 31 Desember 2023.

Selain itu, pada periode yang sama, imbal hasil rata-rata atas aset (RoAA) dan Imbal hasil rata-rata atas ekuitas (RoAE) perusahaan masing-masing berada di level 8,4% dan 17,7%.

“Kami fokus pada target konsumen yang tepat, proses pembiayaan yang efektif dengan menyesuaikan kepada risk appetite dan policy BFI Finance, serta posisi kapasitas penagihan [collection] yang seimbang,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Feni Freycinetia Fitriani
Terkini