Simpanan Nasabah di Bank Tembus Rp8.169,1 Triliun, Siap Melesat?

Bisnis.com,26 Feb 2024, 09:25 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Pegawai merapikan uang Rupiah di kantor cabang BNI, Jakarta, Rabu (28/9/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat nilai simpanan nasabah atau dana pihak ketiga (DPK) perbankan pada Januari 2024 mencapai Rp8.169, 1 triliun. Adapun, kinerja DPK pada tahun ini dinilai akan pulih setelah tahun lalu jeblok.

Berdasarkan laporan Analisis Uang Beredar yang dirilis Bank Indonesia (BI), perkembangan DPK pada Januari 2024 itu tumbuh sebesar 5,8% secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya 3,8% yoy.

"Perkembangan DPK dipengaruhi oleh pertumbuhan DPK korporasi 6,2% yoy dan perorangan 5,4% yoy," tulis BI dalam laporannya pada akhir pekan lalu (23/2/2024).

Dilihat dari jenis simpanannya, BI mencatat dana murah atau current account saving account (CASA) perbankan tumbuh meyakinkan. Pada Januari 2024, giro tumbuh 7,1% yoy, setelah bulan sebelumnya tumbuh 3,9% yoy. 

Adapun, tabungan tumbuh sebesar 4,2% yoy pada Januari 2024, setelah bulan sebelumnya hanya tumbuh 2% yoy.

Sementara itu, simpanan berjangka tumbuh 6% yoy, setelah pada Desember 2023 tumbuh 5,4% yoy.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan simpanan dana nasabah di bank itu mampu menopang penyaluran kredit pada awal tahun ini. Tercatat, penyaluran kredit mencapai Rp7.009,9 triliun pada Januari 2024, tumbuh 11,8% yoy.

"Ketersediaan likuiditas perbankan tercermin pada tingginya rasio AL/DPK [alat likuid per dana pihak ketiga] sebesar 27,79% dan didukung pula oleh kebijakan insentif likuiditas makroprudensial Bank Indonesia, khususnya bagi bank-bank yang menyalurkan kredit pada sektor-sektor prioritas," jelas Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada pekan lalu (21/2/2024).

Di sisi lain, pertumbuhan DPK pada awal tahun sudah mulai bergeliat setelah pada tahun lalu kinerjanya lesu. Nilai DPK pada Desember 2023 tumbuh hanya 3,8% yoy, melambat dibandingkan pertumbuhan DPK pada Desember 2022 yang masih bisa tumbuh di level 9,3%.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan LPS memperkirakan pertumbuhan DPK akan segera membaik lagi pada tahun ini.

"Apalagi didorong kebijakan moneter, The Fed juga akan mengurangi tekanannya. Uang di paruh kedua akan lebih banyak beredar di sistem. Ekonomi bergerak, simpanan makin tinggi, kami perkiraan akan kembali normal 6%-7%," ujarnya dalam acara Konferensi Pers Penetapan Tingkat Suku Bunga Penjaminan LPS pada bulan lalu (30/1/2024).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Feni Freycinetia Fitriani
Terkini