Saat Jokowi Bandingkan Kinerja Grameen Bank dengan Holding Ultra Mikro BRI

Bisnis.com,07 Mar 2024, 13:32 WIB
Penulis: Redaksi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberi kata sambutan di acara BRI Microfinance Outlook 2024 di Ballroom Menara BRILiaN, Kamis (7/3/2024).

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membandingkan pencapaian jumlah nasabah Grameen Bank dengan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) terkait penyaluran kredit UMKM.

Jokowi menyinggung bahwa mantan Direktur Pelaksana Grameen Bank Muhammad Yunus mendapatkan penghargaan Nobel tahun 2006 karena memiliki 6,5 juta nasabah.

Sedangkan Bank BRI melalui Holding Ultra Mikro, jumlah nasabah Ultra Mikro (UMi) telah menyentuh angka 8,2 juta, Permodalan Nasional Madani (PNM) Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) mencapai 15,2 juta nasabah, dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) memiliki jumlah nasabah mencapai 16 juta.

“PNM Mekaar tadi 15,2 juta, kemudian UMi bisa 8,2 juta, dan KUR-nya 16 juta,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan sambutan di acara BRI Microfinance Outlook 2024, Jakarta, Kamis (7/3/2024).

Presiden juga menjelaskan batas maksimal kredit yang diberikan oleh UMi sebesar Rp10 juta, PNM Mekaar mencapai Rp25 juta, dan KUR hingga Rp500 juta.

“UMI ini sudah nasabahnya sudah di angka 8,2 juta yang memberi kredit hanya sampai Rp10 juta, kemudian ada PNM Mekaar yang bisa memberikan kredit maksimal di angka Rp25 juta, dan juga KUR yang bisa memberikan kredit sampai Rp500 juta,” ujarnya.

Presiden Jokowi menyampaikan seharusnya Dirut BRI Sunarso mendapatkan penghargaan Nobel karena jumlah nasabah Bank BRI lebih banyak dibandingkan Grameen Bank.

“Grameen Bank, Bapak Muhammad Yunus itu dapat nobel karena Grameen Bank yang memiliki nasabah 6,5 juta, ini harusnya Pak Dirut Sunarso harusnya sudah diberikan nobel harusnya,” ujar Presiden Jokowi.

Menurutnya, penghargaan Nobel tersebut belum diberikan kepada Dirut Bank BRI karena tidak ada yang mengajukan.

“Nggak tahu, mungkin belum ada yang mengusulkan,” ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menjelaskan terjadi peningkatan jumlah nasabah pada PNM Mekaar, pada 2015 jumlahnya kurang lebih 400 ribu nasabah dan pada 2024 menjadi 15,2 juta nasabah. Selain itu, terjadi peningkatan juga besaran kredit yang diberikan PNM Mekaar, sebelumnya pada 2015 sebesar Rp800 miliar menjadi Rp244 triliun di tahun 2024.  

Dia juga menilai terjadi lompatan angka yang sangat besar terkait jumlah nasabah dan besaran kredit PNM Mekaar sehingga perlu diberikan apresiasi.

“PNM Mekaar dari 400 ribu melompat menjadi sekarang 15,2 juta, kemudian kredit yang diberikan sudah Rp244 triliun dari yang sebelumnya 201. Saya ingat 2015 kurang lebih Rp800 miliar kemudian masuk ke Rp244 triliun itu angka lompatan yang besar sekali. Mestinya hal-hal seperti ini diberikan apresiasi,” lanjut ujarnya. (Ahmadi Yahya)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Feni Freycinetia Fitriani
Terkini