Respons Bos BRI (BBRI) saat Jokowi Minta Bunga KUR Mikro Turun ke 3%

Bisnis.com,08 Mar 2024, 18:42 WIB
Penulis: Arlina Laras
Direktur Utama BRI Sunarso saat ditemui usai acara bertajuk 15 Juta Ibu-Ibu Mekaar di Jakarta, Senin (12/2/2024). JIBI/Rika Anggraeni

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) tengah mengkaji usulan pemerintah untuk menurunkan bunga kredit bagi pengusaha di sektor usaha mikro dan kecil seiring dengan besarnya nilai subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun ini. 

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang melaporkan telah menggelontorkan dana sebesar Rp46 triliun untuk subsidi KUR dengan tujuan menurunkan bunga kredit untuk usaha mikro menjadi 3% dan usaha kecil menjadi 6%.

Direktur Utama BRI Sunarso menyebut pihaknya pun telah melakukan komunikasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Dengan demikian, kita harus melakukan perhitungan cermat,” ucapnya usai agenda BRI Microfinance Outlook 2024, Kamis (7/3/2024)

Baginya, penting secara gradual atau bertahap membuat usaha dan ekonomi masyarakat lebih kuat agar pada satu titik masyarakat tidak lagi tergantung pada subsidi

Alhasil, baginya ketika masyarakat tidak sepenuhnya bergantung dengan subsidi, maka alokasi APBN harus lebih baik dan proporsional, antara untuk subsidi bunga dan permodalan asuransi penjamin kredit

“Saat ini ada dua biaya yang harus kita tanggung. Pertama, biaya risiko kredit yang kemudian membuat kredit diasuransikan ke Askrindo Jamkrindo dan itu ada premi penjaminannya kemudian modal asuransi harus diperkuat. Kedua, ada biaya kredit dan biaya dana yang di-cover subsidi,” tuturnya.

Sehingga, saat ini dia pun menyebut semua diskusi terkait alokasi budget terus didiskusikan, apakah untuk mensubisidi bunga atau memperkuat permodalan asuransi penjaminan kredit.

“Pada saatnya mungkin subsidi bunga bisa diturunkan dan subsidinya dialokasikan untuk memperkuat permodalan asuransi, maka itu balance. Bahwa, masyarakat sudah kuat membayar bunga komersial dan asuransi diperkuat dengan penambahan permodalan,” jelasnya. 

Sebelumnya, Jokowi mengatakan selama ini kontribusi UMKM yang saat ini berjumlah sekitar 65 juta terhadap produk domestik bruto (PDB) Tanah Air mencapai 61% dengan tingkat penyerapan tenaga kerja hingga 97%.  

Oleh sebab itu, dia melanjutkan bahwa memang diperlukan ragam insentif yang dibutuhkan terhadap pengembangan UMKM, salah satunya melalui KUR hingga Rp46 triliun. 

“Pemerintah juga ikut [mendorong kesejahteraan UMKM], jangan keliru, untuk KUR. Itu subsidi pemerintah Rp46 triliun agar bunganya bisa turun di angka 3% untuk usaha mikro dan usaha kecil 6%,” ucapnya 

Bahkan, Kepala Negara pun memberikan ilustrasi apabila anggaran sebesar Rp46 triliun dicanangkan untuk kebutuhan pembangunan, maka biaya tersebut dapat dipakai dalam rangka membangun 40 waduk.  

"Jangan dipikir itu juga angka kecil, Rp46 triliun itu angka gede, itu kalau dibuat waduk jadi 40 waduk itu,” pungkas Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Feni Freycinetia Fitriani
Terkini