Cek Kurs di BCA, BRI, Bank Mandiri, & BNI Hari Ini (15/3/20240 Saat Rupiah Loyo

Bisnis.com,15 Mar 2024, 10:24 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Karyawan menata uang tunai di Cash Center PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), Jakarta, Kamis (14/3/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke posisi Rp15.633 di hadapan dolar AS pada perdagangan hari ini, Jumat (15/3/2024). 

Mengacu data Bloomberg pukul 09.10 WIB, mata uang rupiah dibuka melemah 0,34% atau 53 poin ke level Rp15.633 per dolar AS. Sementara itu, indeks mata uang Negeri Paman Sam terpantau naik 0,10% ke posisi 103,46. 

Adapun, mata uang kawasan Asia lainnya terpantau melemah terhadap dolar AS pagi ini. Misalnya, yen Jepang melemah 0,11%, dolar Singapura turun 0,13%, yuan China terkoreksi 0,03%, ringgit Malaysia ambles 039%, dan baht Thailand melemah 0,13%. 

Sementara itu, mata uang Asia yang masih kebal terhadap dolar AS yaitu dolar Hongkong naik 0,02%, dan rupee India naik 0,04%.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan untuk perdagangan hari ini, Jumat (15/3/2024) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah tipis direntang Rp15.550-Rp15.620.

Terdapat sejumlah sentimen yang memengaruhi rupiah. Dari luar negeri, pembacaan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang kuat membuat fokus pasar beralih ke pembacaan inflasi Indeks Harga Produsen (PPI) AS dan penjualan ritel, yang dirilis pada Kamis (14/3). Keduanya diperkirakan akan menjadi faktor dalam pandangan The Fed soal suku bunga. 

"Data tersebut juga muncul sebelum pertemuan The Fed minggu depan, di mana bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil dan memberi sinyal tidak ada rencana segera untuk mulai melonggarkan kebijakan," ujar Ibrahim dalam riset, dikutip Jumat (15/3/2024).

Sementara itu di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan survei konsumen terhadap kondisi ekonomi pada Februari 2024 menurun. Hal itu tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2024 berada di level 123,1, dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 125. 

Lalu, berapa kurs dolar AS di BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI hari ini, Jumat (15/3/2024)?

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) pada pukul 09.31 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp15.625 dan harga jual sebesar Rp15.645 berdasarkan e-rate.

Lalu, berdasarkan bank notes, BCA pada pukul 08.06 WIB menetapkan harga beli sebesar Rp15.460 per dolar AS dan harga jual sebesar Rp15.760 per dolar AS.

Kurs                  Beli (Rp)    Jual (Rp)

TT Counter      15.460      15.760

E Rate               15.625      15.645

Bank Notes      15.460      15.760

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menetapkan harga beli dan harga jual dolar AS pada pukul 09.19 WIB masing-masing sebesar Rp15.625 dan Rp15.650 untuk e-rate.

Kemudian BRI menetapkan harga beli TT counter sebesar Rp15.565 per dolar AS dan harga jual sebesar Rp15.715 per dolar AS.

Kurs                  Beli (Rp)    Jual (Rp)

TT Counter      15.565       15.715

E Rat                 15.625       15.650

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) pada pukul 08.40 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp15.605 dan harga jual sebesar Rp15.625 berdasarkan e-rate.

Lalu, Bank Mandiri menetapkan bank notes dengan harga beli sebesar Rp15.350 per dolar AS, sedangkan harga jual sebesar Rp15.700 per dolar AS.

Kurs                  Beli (Rp)    Jual (Rp)

TT Counter      15.350       15.700

E Rate               15.605       15.625

Bank Notes      15.350       15.700

Adapun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menetapkan harga beli dan jual dolar AS untuk e-rate pada pukul 09.20 WIB masing-masing sebesar Rp15.628 dan Rp15.648.

Untuk bank notes BNI pada 09.20 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp15.460 per dolar AS dan harga jual sebesar Rp15.810 per dolar AS.

Kurs                 Beli (Rp)    Jual (Rp)

TT Counter     15.460       15.810

E Rate              15.628       15.648

Bank Notes     15.460       15.810 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini