Setelah Pastikan Dividen untuk Lo Kheng Hong Cs, RUPS OCBC (NISP) Restui Akuisisi Commonwealth

Bisnis.com,18 Mar 2024, 13:59 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
OCBC Group/ocbc.com

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) akan menggeber progres akuisisi unit usaha dari Commonwealth Bank of Australia (CBA) di Indonesia yakni PT Bank Commonwealth pada tahun ini setelah mendapatkan restu pemegang saham.

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Senin 18 Maret 2024 memang telah memberi restu emiten bank portofolio Lo Kheng Hong ini untuk mengambil alih Bank Commonwealth.

"Kami harapkan proses akuisisi ini selesai setelah RUPST yakni pada kuartal II/2024, dilanjutkan dengan penggabungan pada paruh kedua 2024," ujar Presiden Direktur, OCBC Indonesia Parwati Surjaudaja dalam konferensi pers RUPST pada Senin (18/3/2024).

Menurutnya, akuisisi Bank Commonwealth merupakan upaya berkesinambungan bank untuk mengembangkan bisnis ritel. "Proses akuisisi masih pada tahap awal. Kami berharap sinergi di ritel akan baik, kami cermati ke depannya," tutur Parwati.

Aksi korporasi ini merupakan agenda utama dalam RUPS kali ini. Mata acara lainnya adalah pembagian dividen.

Perusahaan akan menebar dividen sebesar Rp72 rupiah per saham atau total Rp1,65 triliun dari laba tahun buku 2023. Pada tahun buku 2023, laba yang diraup NISP sebesar Rp4,1 triliun.

"Menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2023 sebesar Rp72 rupiah atau sebesar Rp1,65 triliun ditetapkan sebagai dividen tunai atau 40,4% dari laba bersih," kata Parwati.

Salah satu investor yang kebagian dividen jumbo adalah Lo Kheng Hong. Investor kawakan itu diketahui menjadi salah satu pemegang saham yang namanya masuk dalam daftar 20 investor dengan kepemilikan terbesar. Hingga akhir Januari 2024, Drs. Lo Kheng Hong tercatat menggenggam 122,08 juta (0,53%) saham NISP dan merupakan investor dengan kepemilikan terbesar ke-8 di emiten tersebut.

Proses Akuisisi Commonwealth

Sebelumnya, per akhir tahun lalu, NISP telah mengumumkan rencana akuisisi 99% saham Bank Commonwealth. OCBC Indonesia juga telah melakukan penandatanganan sale and purchase agreement (SPA) dengan CBA untuk membeli 99% saham di Bank Commonwealth.

OCBC Indonesia juga bermaksud untuk mengakuisisi sisa 1% saham Bank Commonwealth dari pemegang saham lainnya.

NISP mengestimasi nilai rencana akuisisi adalah Rp2,2 triliun. Namun, nilai tersebut akan bergantung pada penyesuaian yang wajar sesuai dengan ketentuan di dalam perjanjian.

"Penyelesaian rencana transaksi akan bergantung pada pemenuhan persyaratan pendahuluan, sebagaimana disepakati oleh para pihak dalam perjanjian, termasuk perolehan persetujuan-persetujuan yang terkait, seperti persetujuan OJK [Otoritas Jasa Keuangan]," tulis Direktur OCBC Indonesia Hartati di keterbukaan informasi pada awal tahun ini (24/1/2024).

Sementara, Presiden Direktur Bank Commonwealth Lauren Sulistiawati mengatakan Bank Commonwealth pun akan bekerja sama dengan OCBC Indonesia untuk memastikan kelancaran penyelesaian penjualan dan masa transisi.

"Hingga penjualan selesai, bisnis akan terus berjalan seperti biasa bagi nasabah dan karyawan, dan kami akan terus memberikan layanan perbankan berkualitas tinggi kepada nasabah PT Bank Commonwealth," kata Lauren dalam keterangan tertulis pada akhir tahun lalu (16/11/2023).

Lauren menjelaskan bahwa penjualan kepemilikan saham CBA di Bank Commonwealth sejalan dengan strategi CBA untuk menjadi lebih efisien dan lebih baik dengan berfokus pada bisnis domestik di Australia dan Selandia Baru. Hal ini juga mengikuti penjualan beberapa saham international, termasuk PT Commonwealth Life di Indonesia, BoCommLife, dan 10% saham di Bank Hangzhou di Cina.

Adapun, dalam proses untuk memilih pembeli yang tepat, CBA mencari organisasi yang kokoh dan bermodal kuat dengan komitmen untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan Bank Commonwealth ke depannya dalam jangka panjang.

Menurutnya, CBA telah percaya bahwa OCBC Indonesia adalah pemegang saham mayoritas baru Bank Commonwealth yang ideal untuk mengembangkan bisnis ritel dan UKM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini