Investor Asing Getol Borong Saham BSI (BRIS) usai Right Issue

Bisnis.com,20 Mar 2024, 12:50 WIB
Penulis: Arlina Laras
Nasabah bertransaksi di salah satu pusat anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Syariah Indonesia di Jakarta, Senin (9/1/2022). /Bisnis-Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk. alias BSI (BRIS) melaporkan adanya pergeseran komposisi pemegang saham BRIS usai melakukan right issue pada akhir 2022. Investor kakap asing juga terpantau memborong saham emiten perbankan syariah itu.

Sebagaimana diketahui, BSI menggelar right issue sebanyak-banyaknya 4,99 miliar saham baru seri B. Right issue BSI efektif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dan dilaksanakan pada 19 – 23 Desember 2022. 

Saat itu, penggunaan dana right issue akan dilakukan untuk mendorong ekspansi bisnis perusahaan. Upaya ini seiring tingginya target pembiayaan, sekaligus meningkatkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR)

Direktur Utama BSI Hery Gunardi menuturkan sebelum right issue diketahui komposisi stakeholder BSI dipegang oleh 60% individu dan 40% intitusi domestik dengan tidak adanya investor asing.

“Sekarang terbalik [usai right issue] 60% institusi dan 40% individu. Lalu, dari 60% ini ada nama [investor] besar seperti Blackrock, aset manager dan fund manager di US, UK, Singapura hingga Malaysia,” ujarnya yang dikutip Bisnis, Rabu (20/3/2024)

Adapun, berdasarkan data yang Bisnis himpun dari Terminal Bloomberg, aksi borong saham Vanguard Group Inc terekam pada Februari 2024. Investor institusi ini sempat memborong 126,19 juta saham BRIS. 

Mengekor di bawahnya, pemodal jumbo asal AS, BlackRock Inc. juga tercatat mengeruk saham BRIS sebanyak 11,09 juta lembar sejak Oktober 2023 dan tidak pernah berubah hingga Februari 2024. 

Aksi bongkar muat investor kakap di saham BRIS juga dilakukan oleh JPMorgan Chase & Co. Per Oktober 2023, jumlah saham BRIS yang dikempit mencapai 114,91 juta lembar. Lalu, jumlahnya kian bertambah menjadi 121,35 juta per November 2023. Kemudian, pada Desember 2023, jumlah saham kian berambah menjadi 133,22 juta. 

Akan tetapi, pada Januari 2024 pihaknya melego hingga membuat sahamnya menjadi 123,36 juta dan Febuari 2024 jumlahnya susut menjadi 122,87 juta saham.

Berdasarkan RTI Business, harga saham BRIS pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu (20/3/2024) naik 0,38% ke level Rp2.670. Apabila ditinjau selama sepekan harga saham BRIS terkoreksi 6,32%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini