Menjabat Sejak 1998, Tjandra Mindharta Gozali Mundur dari Bank Neo Commerce (BBYB)

Bisnis.com,24 Apr 2024, 09:50 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Mantan Komisaris PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) atau BNC Tjandra Mindharta Gozali. Dok BNC

Bisnis.com, JAKARTA — Komisaris PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) atau BNC Tjandra Mindharta Gozali mengajukan pengunduran diri dari BBYB. Tjandra telah menjabat sebagai Komisaris PT Bank Yudha Bhakti Tbk. sejak 1998 atau jauh sebelum BBYB menjadi bank digital seperti saat ini. 

Berdasarkan keterbukaan informasi, pada 22 April 2024, BBYB telah menerima permohonan pengunduran diri dari Tjandra Mindharta Gozali dari jabatannya selaku Komisaris.

"Selanjutnya perseroan akan mengikuti dan menjalankan ketentuan yang diatur di dalam POJK 33/2014 dan Anggaran Dasar perseroan untuk mengadakan rapat umum pemegang saham [RUPS] dan meminta persetujuan dari pemegang saham atas pengunduran diri Tjandra Mindharta Gozali tersebut," tulis Manajemen BBYB yang dikutip Rabu (24/4/2024).

Manajemen BBYB menjelaskan bahwa pengunduran diri Tjandra tidak berdampak terhadap kegiatan usaha dan keuangan perseroan.

Tjandra sendiri merupakan orang lama di Bank Neo Commerce. Pria kelahiran Jember, 25 Oktober 1952 ini telah diangkat sebagai Komisaris Bank Neo Commerce yang dulunya merupakan PT Bank Yudha Bhakti Tbk. pada 21 Oktober 1998.

Dia mengawali karir di dunia usaha sejak 1967. Saat ini, Tjandra memiliki saham di beberapa perusahaan nasional serta memimpin beberapa perusahaan, di antaranya Gozco Group.

Gozco sendiri merupakan pemegang saham minoritas di BBYB dengan porsi kepemilikan sebesar 8,46%. Adapun, Tjandra tercatat merupakan pemegang saham pengendali di emiten PT Gozco Plantations, Tbk. (GZCO) serta menjabat sebagai Presiden Komisaris. 

Bank Yudha Bhakti sendiri sebelumnya merupakan bank yang dimiliki oleh 8 induk koperasi di lingkungan TNI/POLRI. Seiring berjalannya waktu, BBYB melantai di bursa dan Gozco Capital masuk sebagai pemegang saham pengendali. 

Kini, BBYB dikuasai oleh PT Akulaku Silvrr Indonesia dengan porsi kepemilikan 27,32% dan berubah menjadi bank digital.

BBYB saat ini masih membukukan rugi bersih Rp573,18 miliar per 2023, namun ruginya susut dibandingkan rugi bersih pada tahun sebelumnya Rp789,05 miliar.

Pejabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk, Aditya Windarwo mengatakan penyusutan laba bersih bank pada 2023 menjadi modal bank untuk terus melaju pada tahun ini.

"Hal ini merupakan landasan yang kuat untuk membuat BNC lepas landas, kami optimis untuk mencanangkan dapat meraih laba sepanjang tahun di tahun 2024 ini," katanya dalam keterangan tertulis pada bulan lalu (5/3/2024).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Feni Freycinetia Fitriani
Terkini