Citi Indonesia Raup Laba Rp665,9 Miliar pada Kuartal I/2024, Naik 17,08%

Bisnis.com,22 Mei 2024, 09:26 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Ilustrasi GarudaMiles Citi Indonesia/garuda-indonesia.com

Bisnis.com, JAKARTA - Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) mencatatkan laba bersih Rp665,9 miliar pada kuartal I/2024, naik 17,08% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp568,71 miliar.

Berdasarkan publikasi di Harian Bisnis Indonesia pada Rabu (22/5/2024), Citi Indonesia sebenarnya mencatatkan penurunan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) 23,05% yoy menjadi Rp936,35 miliar pada kuartal I/2024.

Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) Citi Indonesia juga turun dari 5,05% pada Maret 2023, menjadi 4,72% pada Maret 2024.

Namun, bank mencatatkan penyusutan pada sejumlah beban. Misalnya, beban tenaga kerja susut dari Rp345,15 miliar pada Maret 2023 menjadi Rp169,54 miliar pada Maret 2024.

Beban promosi turun drastis menjadi hanya Rp3,23 miliar pada tiga bulan pertama 2024, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp102,37 miliar.

Beban lainnya juga turun dua kali lipat dari Rp667 miliar menjadi Rp366,34 miliar. Alhasil, beban operasional lainnya susut drastis dari Rp460,54 miliar pada Maret 2023 menjadi Rp77,48 miliar pada Maret 2024.

Efisiensi bank pun membaik. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) menurun dari 71,82% pada Maret 2023 menjadi 51,06% pada Maret 2024. 

Semakin susut rasio BOPO menunjukkan semakin efisiennya perbankan dalam menjalankan usahanya.

Meski begitu, penyaluran kredit Citi Indonesia turun 20,99% yoy menjadi Rp31,5 triliun pada kuartal I/2024. Aset pun turun 10,73% yoy menjadi Rp90,8 triliun. 

Rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) gross bank naik dari 2,83% pada Maret 2023, menjadi 3,4% pada Maret 2024. Meskipun, NPL nett stabil di level 0%.

Adapun, raupan dana pihak ketiga (DPK) Citi Indonesia susut 24,07% yoy menjadi Rp58,08 triliun pada kuartal I/2024. Penurunan DPK didorong oleh dana murah atau current account saving account (CASA) yang juga susut 27,35% yoy menjadi Rp42,75 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Aprianto Cahyo Nugroho
Terkini