Bisnis.com, JAKARTA - Pembiayaan atau penyertaan perusahaan modal ventura hingga November 2024 didominasi oleh sektor perdagangan. Pangsa pembiayaannya mencapai 43,23% dari total pembiayaan sebesar Rp16,09 triliun.
Eddi Danusaputro, Ketua Umum Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo), menjelaskan bahwa perusahaan modal ventura, khususnya kategori Venture Debt Corporation (VDC), cenderung mendanai UMKM dan sektor riil, salah satunya sektor perdagangan.
"Alasannya adalah karena mereka menawarkan stabilitas arus kas, nilai agunan (collateral) yang jelas, risiko kegagalan lebih rendah, dan merupakan mandat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal," kata Eddi kepada Bisnis, Jumat (17/1/2025).
Eddi juga mengatakan bahwa kinerja perdagangan nasional turut menjadi katalis positif pembiayaan modal ventura ke sektor ini. Pada saat yang sama, neraca perdagangan Indonesia per November 2024 mencatat surplus sebesar US$4,42 miliar. Indikator lainnya menunjukkan bahwa sektor lapangan usaha perdagangan pada semester III/2024 menempati urutan ketiga kontributor PDB nasional dengan kontribusi sebesar 13,09% dan pertumbuhan 4,82%.
"Perdagangan yang berkembang mendorong kebutuhan modal, membuka peluang pembiayaan di berbagai sektor, termasuk dari industri modal ventura, khususnya dari VDC," jelas Eddi.
Setelah sektor perdagangan, segmen lain yang mendapat pendanaan modal ventura hingga November 2024 meliputi sektor keuangan dan asuransi dengan pangsa sebesar 13,08%, serta sektor penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan, dan penunjang usaha lainnya sebesar 12,68%.
Eddi optimistis bahwa pembiayaan modal ventura di luar sektor perdagangan juga memiliki prospek untuk tumbuh pada 2025.
"Pada tahun 2025, sektor keuangan, asuransi, penyewaan, ketenagakerjaan, dan penunjang usaha akan terus bertumbuh karena digitalisasi, kebutuhan pasar, dan dukungan regulasi. Modal ventura yang masuk ke sektor ini dapat memanfaatkan peluang besar untuk mendukung inovasi dan mendapatkan return yang signifikan," tandasnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel