Bisnis.com, JAKARTA – Industri perbankan kerap kali menjadi sasaran serangan siber oleh peretas alias hacker. Dugaan pencurian data nasabah maupun penerapan rekayasa sosial (social engineering) tak jarang muncul sebagai kabar sumbang di tengah peningkatan digitalisasi sektor keuangan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengkategorikan ancaman pembobolan data nasabah sebagai insiden siber di sektor jasa keuangan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengakui bahwa peretas melihat potensi keuntungan signifikan dengan melakukan pencurian data sensitif milik pelaku usaha sektor keuangan (PUSK).