AI Gantikan Peran Manusia, Bank Jumbo Asean Ini Bakal Pangkas 4.000 Karyawan

Bisnis.com,27 Feb 2025, 17:11 WIB
Penulis: Annisa Sulistyo Rini
Ilustrasi bank/shutterstock

Bisnis.com, JAKARTA - Bank terbesar di Asia Tenggara DBS Group Holdings Ltd. berencana untuk memangkas atau melalukan PHK sekitar 4.000 karyawan berstatus kontrak dan sementara dalam 3 tahun ke depan. Rencana ini disebabkan sejumlah posisi mulai tergantikan oleh teknologi akal imitasi (artificial intelligence/AI).

Dilansir Bloomberg pada Kamis (27/2/2025), CEO DBS Group Piyush Gupta menyampaikan perusahaan memiliki sekitar 8,000 hingga 9,000 karyawan kontrak.

Dia memberikan konfirmasi terhadap laporan media Press Trust of India, yang menyatakan bahwa perusahaan ini akan memangkas jumlah karyawan imbas dari penggunaan teknologi AI di sejumlah bisnis.

Meskipun demikian, karyawan permanen tidak akan terdampak, kata Gupta. DBS diketahui memiliki sekitar 41.000 karyawan saat ini dan Deputi CEO Tan Su Shan bakal menggantikan Gupta di pucuk pimpinan DBS pada 28 Maret 2025.

"Pengurangan tenaga kerja akan terjadi karena pemangkasan alami seiring dengan bergantinya peran dari para pegawai sementara dan kontrak selama beberapa tahun ke depan," menurut juru bicara DBS.

Laporan Bloomberg Intelligence pada bulan lalu menyampaikan bank-bank global diprediksi memangkas hingga 200.000 karyawan dalam tiga hingga lima tahun ke depan akibat penggunaan AI yang semakin meluas dan menggantikan peran manusia.

Sejumlah pejabat di divisi informasi dan teknologi yang disurvei oleh Bloomberg Intelligence mengindikasikan bahwa secara rata-rata mereka memprediksi PHK sekitar 3% dari jumlah karyawan.

Di sisi lain, beberapa perusahaan menekankan bahwa akan terjadi pergeseran sejalan dengan perubahan posisi akibat perkembangan teknologi, ketimbang mengganti keseluruhan karyawan dengan AI. Teresa Heitsenrether, yang mengawasi penggunaan AI di JPMorgan Chase & Co., mengatakan bahwa adposi AI generatif di perusahaan tersebut sejauh ini telah menambah lapangan kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini