Usai Balik Rugi Jadi Untung di 2024, LPEI Targetkan Laba Rp254 Miliar pada 2025

Bisnis.com,28 Feb 2025, 07:04 WIB
Penulis: Akbar Maulana al Ishaqi
Logo Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank

Bisnis.com, JAKARTA – Lembaga Pembiayaan Ekspor (LPEI) atau Indonesia Eximbank mencatatkan laba setelah pajak sebesar Rp233 miliar per akhir 2024, setelah pada akhir 2023 mencatatkan rugi setelah pajak sebesar Rp18,11 triliun.

Yon Arsal, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif LPEI menargetkan perbaikan kinerja keuangan LPEI tersebut akan terus membaik pada tahun-tahun berikutnya.

"Tahun 2023 kemarin adalah tahun bottom LPEI dan di tahun berikutnya mudah-mudahan kita bisa terus meningkat. Tahun ini kami catatakan laba Rp233 miliar, mudah-mudahan secara konsisten kami berusaha mencapai target profit after tax di tahun-tahun yang akan datang di atas Rp250 miliar," kata Yon dalam RDP bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (27/2/2025).

Dalam paparannya, LPEI menargetkan pertumbuhan konsisten laba setelah pajak. Dimulai dari Rp254 miliar pada 2025, Rp300 miliar pada 2026, Rp434 miliar pada 2027, Rp485 miliar pada 2028 dan menjadi Rp519 miliar pada 2029.

Selain kinerja laba yang membaik, LPEI pada 2024 juga berhasil menekan rasio non performing loan (NPL) gross menjadi 29,1% dari posisi sebelumnya 43,5% per akhir 2023.

Dalam lima tahun terakhir LPEI menargetkan penurunan NPL gross, yang berturut-turut menjadi 20,6% di 2025, 13,1% pada 2026, 6,6% pada 2027, 2,6% pada 2028 menjadi 1,3% pada 2029.

"Untuk kinerja keuangan kami masih banyak PR yang harus dilakukan dalam 5 tahun ke depan. Dengan tantangan besar setidaknya pada 2024 kita bisa menjaga modal [Capital Adequacy Ratio/CAR] kita sehat di 34%, lalu tambahan PMN Rp5 triliun pada 2024 jadi faktor penguat," ujar Yon.

Dikutip dari laporan keuangan LPEI yang terbit di Harian Bisnis Indonesia edisi Selasa (11/2/2025), LPEI mencatatkan pendapatan bunga dan usaha syariah neto secara individu sebesar Rp726,04 miliar dan secara konsolidasian sebesar Rp727,16 miliar. Masing-masing mengalami penurunan 21,2% year on year (yoy) dari posisi sebelumnya per akhir 2023 sebesar Rp921,86 miliar dan Rp923,20 miliar. 

Sementara itu, total pendapatan operasional lainnya neto secara individual dan konsolidasian tercatat sebesar Rp253 miliar, yang juga kontraksi 2,3% yoy. Pendapatan operasional tersebut antara lain adalah dari total pendapatan neto dari asuransi sebesar Rp8,97 miliar atau turun 28,7% yoy, dan pendapatan dari penjaminan sebesar Rp65,79 miliar yang juga mengalami kontraksi 27,3% yoy. 

Hingga 31 Desember 2024, total aset LPEI secara individual tercatat sebesar Rp49,12 triliun yang mengalami penurunan 4,4% YoY dan aset secara konsolidasian tercatat sebesar Rp49,11 triliun yang juga turun 4,3% YoY.

Aset tersebut terdiri dari ekuitas, baik secara individual dan konsolidasian sebesar Rp13,99 triliun yang mengalami pertumbuhan 59,7% YoY. Kemudian, liabilitas individual tercatat sebesar Rp35,13 triliun dan liabilitas konsolidasian sebesar Rp35,12 triliun yang masing-masing turun 17,5% YoY. 

Sebegai informasi, LPEI atau Indonesia Eximbank adalah lembaga keuangan khusus milik Pemerintah Republik Indonesia yang didirikan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiyaaan Ekspor Indonesia untuk melakukan Pembiayaan Ekspor Nasional yang diberikan dalam bentuk Pembiayaan, Penjaminan, Asuransi dan Jasa Konsultasi.   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini