Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gowes Lagi Hits, Asuransi Sinar Mas Siapkan Proteksi untuk Pesepeda

Direktur Asuransi Sinar Mas Dumasi M. M. Samosir menjelaskan bahwa perseroan melirik adanya potensi bisnis dari tren bersepeda yang marak akhir-akhir ini.
Karyawati melayani nasabah, di kantor PT Asuransi Sinar Mas, Jakarta, Selasa (6/11/2018)./JIBI-Dwi Prasetya
Karyawati melayani nasabah, di kantor PT Asuransi Sinar Mas, Jakarta, Selasa (6/11/2018)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Sinar Mas melakukan pembaharuan produk asuransi sepeda seiring meningkatnya tren bersepeda, khususnya pada masa pandemi Covid-19 ini. Produk tersebut segera diluncurkan dalam waktu dekat.

Direktur Asuransi Sinar Mas Dumasi M. M. Samosir menjelaskan bahwa perseroan melirik adanya potensi bisnis dari tren bersepeda yang marak akhir-akhir ini. Para pesepeda akan merasa lebih aman jika terdapat proteksi bagi sepedanya.

Menurut Dumasi, perseroan sebenarnya telah memiliki produk asuransi sepeda sejak lama. Namun, tren gowes yang tumbuh pesat saat ini membuat Asuransi Sinar Mas kembali mengembangkan produknya.

"Dulu sudah ada sebenarnya. Sekarang kami aktifkan kembali dengan beberapa perubahan, sehingga [produknya] sedang berproses di Otoritas Jasa Keuangan [OJK] saat ini," ujar Dumasi kepada Bisnis, Selasa (28/7/2020).

Berdasarkan penelusuran Bisnis, perseroan telah memiliki produk bernama Asuransi Simas Sepeda. Akun resmi media sosial perseroan pernah mempublikasikan penjelasan produk tersebut pada 2012.

Terdapat sejumlah jaminan yang ditawarkan oleh produk Simas Sepeda, di antaranya adalah jaminan total loss only (TLO), tanggung jawab hukum pihak ketiga (TJH), kerusakan total akibat bencana alam, huru-hara, terorisme, dan sabotase, serta kecelakaan diri atas pengemudi sepeda.

Asuransi Sinar Mas akan melakukan sejumlah pengembangan dan penyesuaian dari produk tersebut. Menurut Dumasi, begitu izin dari OJK rampung, perseroan akan segera meluncurkan produknya untuk masyarakat yang sedang kegandrungan bersepeda.

"Kami melihat peluang bisnis dari meningkatnya tren penggunaan sepeda saat ini," ujar Dumasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper