Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekonomi Mulai Menggeliat, Bagaimana Permintaan Kredit Pariwisata di BRI?

Corporate Secretary (Corsec) BRI Amam Sukriyanto mengatakan aktivitas ekonomi yang mulai menggeliat kembali dan beberapa destinasi yang mulai dibuka umum membuat permintaan kredit dari sektor pariwisata bertumbuh.
Karyawan menanta uang rupiah di kantor cabang Bank BRI syariah, Senin (3/7/2017). Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan menanta uang rupiah di kantor cabang Bank BRI syariah, Senin (3/7/2017). Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. melihat adanya pertumbuhan kredit dari sektor pariwisata mulai Juni 2020 sejak kebijakan dpembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai dilonggarkan.

Corporate Secretary (Corsec) BRI Amam Sukriyanto mengatakan aktivitas ekonomi yang mulai menggeliat kembali dan beberapa destinasi yang mulai dibuka umum membuat permintaan kredit dari sektor pariwisata bertumbuh.

Bahkan, di tengah kondisi pandemi, 'Bang Wong Cilik" itu masih menyalurkan kredit kepada sektor pariwisata sebagai upaya menyelamatkan dan membangkitkan pelaku UMKM. Meskipun, penyaluran kredit ke sektor tersebut tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.

Hanya saja, Amam tidak menyebutkan secara rinci penyaluran kredit BRI ke sektor pariwisata. "Strategi BRI, melakukan penyaluran secara kredit selektif serta aktif melakukan restrukturisasi kredit terhadap debitur yang terdampak," katanya kepada Bisnis, Selasa (11/8/2020).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, pertumbuhan kredit sektor akomodasi dan penyediaan makan minum mengalami perlambatan pada Mei 2020 sebesar 8,23% dari sebelumnya tumbuh 11,1% pada April 2020. Bahkan, sejak awal tahun, pertumbuhan kredit sektor tersebut mampu berada di angka double digit.

Selain penyaluran kredit sektor akomodasi dan penyediaan makan minum yang mengalami perlambatan, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) sektor tersebut juga meningkat. Pada Mei 2020, realisasi NPL sektor akomodasi dan penyediaan makan minum mencapai 6,21% atau naik dibandingkan posisi April 2020 yang sebesar 5,67%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper