Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sri Mulyani Minta Ekspor Produk Halal Terus Didorong

Ekspor Indonesia ke negara-negara OKI tercatat mencapai US$45 miliar pada 2018. Angka tersebut mencapai 12,5 persen dari total perdagangan Indo yng mencapai US$369 miliar.
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada media tentang Stimulus Kedua Penanganan Dampak Covid-19 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2020). Dalam keterangannya untuk penanganan COVID-19, Pemerintah akan memberikan fasilitas pembebasan biaya impor untuk penelitian dan pengembangan pembuatan obat anti virus COVID-19 baik untuk Perguruan Tinggi maupun lembaga pemerintah dan lainnya. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada media tentang Stimulus Kedua Penanganan Dampak Covid-19 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2020). Dalam keterangannya untuk penanganan COVID-19, Pemerintah akan memberikan fasilitas pembebasan biaya impor untuk penelitian dan pengembangan pembuatan obat anti virus COVID-19 baik untuk Perguruan Tinggi maupun lembaga pemerintah dan lainnya. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan ekspor produk halal perlu tetap didorong meski tengah menghadapi ancaman pandemi Covid-19.

Tidak hanya melibatkan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), ekspor produk halal Indonesia juga harus bisa mempenetrasi negara-negara non-OKI yang segmen umat Islamnya cukup besar. Ini bisa menjadi peluang untuk memperbesar pangsa pasar produk halal Indonesia di dunia.

"Ekspor produk halal kita akan didorong, tentu akan melibatkan OKI, tapi kita bisa penetrasi negara-negara non-OKI yang segmen umat Islamnya cukup besar," katanya, Senin (21/9/2020).

Sri Mulyani memaparkan, ekspor Indonesia ke negara-negara OKI tercatat mencapai US$45 miliar pada 2018. Angka tersebut mencapai 12,5 persen dari total perdagangan Indo yng mencapai US$369 miliar.

Di sisi lain, potensi pengembangan industri halal di dunia menurut Sri Mulyani masih sangat besar. Pasalnya, dengan jumlah umat muslim yang mencapai 1,8 miliar atau 24 persen dari total penduduk dunia, total pengeluaran umat muslim tersebut diestimasikan mencapai US$2,2 triliun.

Pengeluaran yang berprinsip syariah tersebut mencakup industri makanan, gaya hidup, hingga obat-obatan.

Pertumbuhan pengeluaran ini pun cukup besar setiap tahunnya, yatu sebesar 5,2 persen. Data tersebut menunjukkan ekonomi syariah merupakan bangian yang penting dalam ekonomi global.

Lebih lanjut, kata Sri Mulyani beberapa negara telah menjadi pioneer dalam pembentukan ekosistem syariah. Karena itu, Indonesia masih terus mningkatkan seluruh elemen sistem syariah ini, baik dari sisi perundang-undangan maupun institusiaonal.

"Kita perlu membangun ekosistem ini mulai dari kebijakan, istrumen, dan langkah-langkah yang sifatnya bisa menjawab kebutuhan umat secara inklusif," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Maria Elena
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper