Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv logo xplore

Ternyata Ini 5 Alasan Indonesia Disebut Negara Agraris

Indonesia merupakan negara agraris. Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan negara kita disebut sebagai negara agraris. Ini penjelasan lengkapnya.
Nuraini
Nuraini - Bisnis.com 20 September 2022  |  10:32 WIB
5 Alasan Indonesia Disebut Negara Agraris (pixabay)
5 Alasan Indonesia Disebut Negara Agraris (pixabay)

Bisnis.com, JAKARTA - Negara agraris adalah sebutan untuk negara yang mampu menghasilkan produk pertanian dalam jumlah yang besar. Indonesia merupakan negara yang memiliki peranan penting dalam bidang agraris. Sektor pertanian Indonesia menjadi hal utama dalam perekonomian nasional dan ketahanan pangan.

Banyak penduduk Indonesia yang memiliki mata pencaharian sebagai seorang petani. Indonesia memiliki kekayaan alam yang begitu melimpah dan sangatlah strategis. Curah hujan yang tinggi dan iklim tropis membuat tanah Indonesia subur dan cocok untuk pertumbuhan berbagai jenis tanaman.

Mengapa Indonesia disebut Negara Agraris?

Selain karena memiliki tanah yang subur, ada juga beberapa alasan lain yang membuat Indonesia disebut sebagai negara agraris. Lalu, apa saja alasan yang dimaksud? Ini penjelasan lengkapnya. 

Persediaan Air Melimpah

Negara agraris adalah negara yang memiliki persediaan air melimpah. Air merupakan suatu hal yang mampu mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Air sangat penting dalam sektor pertanian. Tanpa adanya persediaan air yang cukup. Maka akan memiliki dampak buruk bagi produktivitas tanaman.

Kesuburan tanah akan ikut berkurang karena kehabisan air, tanaman bisa saja lalu, kering dan mati jika tidak mendapatkan air dalam jumlah yang cukup. Negara Indonesia ini memiliki air yang sangat berlimpah sehingga negara ini layak mendapat julukan negara agraris. 

Menghasilkan Komoditas Pertanian yang Beragam

Negara yang disebut agraris yaitu negara yang mampu untuk menghabiskan berbagai jenis tanaman yang cukup beragam. Di Indonesia, komoditas pertanian sangat beragam. Ada tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan tumbuh subur di tanah Indonesia. 

Hasil panen dari komoditas-komoditas tersebut juga tak hanya dinikmati masyarakat Indonesia. Sebagian bahkan diekspor ke luar negeri karena produksinya yang cukup tinggi. 

Negara yang Eksportir Komoditas Pertanian

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa terdapat beberapa komoditas pertanian Indonesia yang diekspor ke luar negeri. Ada banyak komoditas ekspor dari Indonesia, empat teratas diduduki oleh karet, sawit, kakao, dan kopi. 

Lahan Luas dan Subur

Dalam sektor pertanian tentu saja lahan yang subur dan luas ini jadi unsur paling penting sehingga bisa menjaga kualitas dari hasil produksi pertanian. Kedua hal ini sangat berpengaruh terhadap hasil panen pertanian. 

Jika hanya memiliki lahan yang luas tetapi kualitas tanahnya buruk tentu saja tanaman tidak akan tumbuh dengan subur dan produktivitasnya tidak akan baik. 

Begitu pula sebaliknya, apabila tanah yang subur tetapi hanya memiliki lahan yang luas, maka produktivitasnya tidak bisa mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Indonesia memiliki kedua hal tersebut yaitu tanah yang luas dan subur sehingga dapat disebut sebagai negara agraris. 

Memiliki Ketahanan Pangan

Ciri negara agraris lainnya yaitu negara yang menghasilkan bahan pangan dalam jumlah yang besar. Beberapa jenis bahan pangan yang diproduksi negara kita dalam jumlah banyak, seperti beras, kopi, jagung, sayuran, teh, kakao, ikan, buah-buahan daging, dan lain sebagainya. 

Bahan pangan yang dimaksud tak hanya hasil pertanian saja. Namun, juga hasil peternakan dan perikanan. Sehingga potensi ketahanan pangan lebih mudah didapat. 

Itulah beberapa alasan mengapa negara Indonesia termasuk negara agraris. Dari penjelasan di atas kita bisa mengetahui bahwa negara kita memiliki sumber daya alam yang kaya. 

Namun, jika tidak dikelola dengan baik, tentu saja sumber daya alam tersebut akan sia-sia. Maka dari itu, perlu peningkatan kualitas sumber daya manusia supaya bisa mengelola kekayaan alam dengan baik dan bijak. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

agraris negeri agraris indonesia sejarah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini Lainnya

    back to top To top