Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv logo xplore

Mantap, Indonesia dan Korea Selatan Sudah Teken 102 MoU Soal IKN

Ada 102 MoU dan IKN sudah ada pembangunan, contohnya adalah DAM di yang bangun K Water dari Korea Selatan.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 15 Mei 2023  |  21:28 WIB
Titik Nol IKN - Humas Setkab - Oji.
Titik Nol IKN - Humas Setkab - Oji.

Bisnis.com, JAKARTA — Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) untuk Republik Korea Selatan Gandi Sulistiyanto Soeherman mengaku terdapat 102 memorandum of understanding (MoU) kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan yang sudah diteken untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dia menyebut salah satu dari MoU yang disepakati terkait dengan pembangunan DAM yang sudah mencapai 20 persen.

“Ada 102 [MoU] dan disana [IKN] memang sudah ada pembangunan, contoh DAM di sana itu yang bangun K Water dari Korea [Selatan] dan itu progresnya dia lihat sendiri sudah sekitar 15 persen-20 persen menurut hitungan mereka," ujarnya kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (15/5/2023).

Dia melanjutkan selain pembangunan DAM, pengusaha konstruksi Korea Selatan juga tengah menjajaki kemungkinan kerja sama untuk membangun jalan tol Balikpapan-Samarinda yang akan dilakukan usai pemerintah menyelesaikan pembebasan lahan dan tanah warga. 

Kendati demikian, Gandi mengaku bahwa Korea Selatan optimis kerja sama dapat segera diteken, sebab delegasi sudah melihat betapa cepatnya pemerintah dalam membangun infrastruktur di IKN.

"Juga nanti tol tambahan ke Balikpapan-Samarinda mereka tertarik juga. Itu menterinya langsung bekas gubernur di Jeju mengaku terkagum dengan kecepatan pembangunan di IKN sehingga percaya [kerja sama] bisa diteken segera," imbuhnya.

Tak hanya itu, Gandi mengaku bahwa dalam kunjungan delegasi Korea Selatan untuk menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, memang membahas peningkatan hubungan diplomatik kedua Negara yang akan mencapai 50 tahun. 

Hubungan diplomatik yang dimaksud, dia lanjutkan merupakan pembahasan tentang investasi IKN. 

Dia juga menyebut, pada Maret 2023 pihaknya sudah mendampingi 57 pengusaha konstruksi Korea Selatan untuk meninjau langsung pembangunan IKN.

“Pertemuan ini, delegasi bukan yang pertama, delegasi selama saya menjabat di sana 15 bulan. Saya sudah membawa pada 2 bulan lalu 57 pengusaha langsung terjun ke IKN langsung kemudian pembangunan infrastruktur. Kemudian, baik di Jakarta misalnya MRT tahap ke-4, LRT di jakarta ini juga dibuat oleh investor Korea Selatan ini semua berkat saya sampaikan ke delegasi,“ tuturnya.

Kemudian, dia melanjutkan bahwa minggu lalu dirinya membawa 12 bankers yang akan membiayai perusahaan konstruksi yang akan datang ke IKN, dimana kali ini bank yang datang berfokus untuk melihat potensi pertanian, smart farming di IKN.

Di sisi lain, dia melanjutkan hubungan pemerintah Indonesia dan Korea Selatan dalam memperingati 50 tahun hubungan diplomatik juga akan ditandai dengan pertemuan bilateral antara kedua Kepala Negara di Hiroshima, Jepang dalam agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7.

“Untuk diketahui pada G7 di Hiroshima nanti, bapak Presiden juga akan ada pertemuan bilateral dengan presiden Korea Selatan termasuk perjuangan mendapatkan visa gratis bagi WNI ke Korea Selatan, ini adalah satu agenda yang akan disampaikan di high level karena sudah ada 112 Negara yang diberikan free entry visa, Indonesia belum termasuk, alhamdulilah saya akan berusaha sebisa mungkin agar itu bisa dilaksanakan,”pungkas Gandi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dubes G7 ktt IKN korea selatan
Editor : Novita Sari Simamora

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini Lainnya

    back to top To top