Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sepanjang Pekan Ini, Rupiah Jawara Asia

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat lebih dari 17 persen sepanjang kuartal berjalan, menghapus sebagian besar pelemahan yang dialami pada kuartal I/2020. 
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Rabu (27/5/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Rabu (27/5/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah berhasil menutup pekan pertama Juni 2020 cukup impresif dengan berhasil menembus ke bawah level Rp14.000 per dolar AS untuk pertama kalinya sejak Februari 2020, menguat 5,27 persen.

Rupiah berhasil membalikkan keadaan dari bergerak di level terendahnya sejak Juni 1998 di kisaran Rp16.000 per dolar AS pada Maret 2020, kini rupiah bergerak di kisaran level Rp13.000 per dolar AS dan mengungguli mata uang Asia lainnya. 

Kinerja rupiah berhasil mengalahkan won yang hanya menguat 2,4 persen dan ringgit yang hanya naik 1,9 persen sepekan ini. Dalam periode bulanan, kinerja rupiah juga tercatat paling moncer dibandingkan dengan delapan mata uang asia lainnya.

Dilansir melalui Bloomberg, dolar AS yang berganti bearish membuka pintu penguatan terhadap mata uang negara berkembang dan mendorong reli yang sejauh ini didorong oleh ekuitas dan obligasi.

Pada penutupan Jumat (5/6/2020), rupiah terapresiasi 1,56 persen atau 218 poin ke level Rp13.878 per dolar AS. Penguatan itu terjadi di saat indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak 0,16 persen ke level 96,836.

Nilai tukar rupiah telah menguat lebih dari 17 persen sepanjang kuartal berjalan, menghapus sebagian besar pelemahan yang dialami pada kuartal I/2020. 

“Ekspektasi suku bunga lebih rendah yang bertahan lebih lama di seluruh dunia telah meningkatkan daya tarik obligasi Indonesia,” ujar pakar strategi valuta asing di Malayan Banking Bhd. Yanxi Tan, seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (5/6/2020).

Sebelumnya, Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan bahwa  secara global, aset berisiko memang tengah menguat dalam beberapa hari terakhir. Pasar masih merespon positif pembukaan ekonomi ditambah rencana stimulus besar tambahan di beberapa negara seperti di AS, Eropa dan Jepang.

Dia menjelaskan, selama belum ada sentimen negatif yang mungkin datang dari melemahnya data-data ekonomi dan perang dagang, rupiah masih berpeluang menguat ke area support Rp13.500 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nirmala Aninda
Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper