Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten Properti Minta Insentif PPN Diperpanjang Hingga Akhir 2021

Insentif PPN terbukti menjadi pendorong kinerja sejumlah emiten properti.
Foto udara komplek perumahan di kawasan Gading Serpong, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, Jumat (11/6/2021). Bisnis/Abdullah Azzam
Foto udara komplek perumahan di kawasan Gading Serpong, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, Jumat (11/6/2021). Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah emiten properti berharap pemerintah memperpanjang masa pemberian insentif PPN hingga akhir tahun. Adapun, insentif itu terbukti ampuh mendongkrak prapenjualan para pengembang.

Direktur Keuangan PT Metropolitan Land Tbk. Olivia Surodjo mengatakan insentif PPN dari pemerintah untuk sektor properti sedikit-banyak telah mendorong prapenjualan perseroan.

Namun, oleh karena MTLA tidak begitu memiliki banyak stok yang dapat diserahterimakan hingga Agustus 2021, Olivia menyebut dampak positif insentif pemerintah belum terlalu dirasakan perseroan. 

“Efeknya ada tapi belum terlalu maksimal karena ada pembatasan serah terima dibatasi Agustus. Sementara rumah stok kami tidak terlalu banyak sehingga PPN itu ada dampaknya tapi kami tidak bisa maksimal karena stok kami tidak ada,” kata Olivia, Senin (15/6/2021).

Dia pun berharap pemerintah dapat memperpanjang insentif PPN hingga akhir tahun. Apabila pemerintah dapat mengumumkan kelanjutan insentif tersebut dari sekarang, Metland disebut berkesempatan untuk segera membangun lebih banyak properti yang dapat diserahterimakan hingga Desember 2021.

Hingga akhir Mei 2021, Metropolitan Land sudah membukukan pendapatan prapenjualan atau marketing sales senilai Rp553 miliar.

Realisasi itu mencerminkan ketercapaian target sebesar 66,36 persen dari target marketing sales tahun ini sebesar-besarnya Rp1,2 triliun.

Dalam kesempatan terpisah, Presiden Direktur PT Triniti Dinamik Tbk. Samuel Stepanus Huang mengatakan insentif PPN terbukti menggairahkan permintaan hunian baik rumah maupun apartemen.

“Hal itu terlihat juga dari penjualan apartemen kami di The Smith. Oleh karena itu, kami berharap insentif PPN dapat diperpanjang,” kata Samuel, Senin (14/6/2021).

Dia menunjukkan penjualan di The Smith pada periode Januari - Mei 2021 sudah menanjak 300 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dengan perpanjangan pemberlakuan insentif PPN dari pemerintah, Samuel yakin penjualan properti Tanah Air dapat tumbuh minimal 100 persen hingga akhir tahun karena masyarakat masih memiliki daya beli.

Sebelumnya, Direktur PT Ciputra Development Tbk. Harun Hajadi juga menyampaikan insentif yang digelontorkan pemerintah untuk sektor properti pada awal tahun ini menjadi salah satu pendongkrak marketing sales perseroan.

“Penjualan sampai dengan Mei sekitar Rp2,8 triliun atau sekitar 89 persen lebih tinggi dari [periode yang sama] 2020 yoy,” kata Harun kepada Bisnis, Kamis (10/6/2021).

Dengan pencapaian tersebut, emiten dengan kode saham CTRA ini telah merealisasikan 47,70 persen dari target marketing sales yang ditetapkan untuk tahun ini senilai Rp5,87 triliun.

Harun berharap insentif pemerintah untuk sektor properti dapat diperpanjang hingga akhir tahun. Ciputra Development berencana bakal meluncurkan 2 proyek properti lagi pada semester II/2021.

Adapun, pemerintah memberikan insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah sebesar 100 persen dari PPN terutang atas penyerahan rumah tapak atau rumah susun dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar.

Kebijakan tersebut berlaku untuk rumah yang sudah jadi (ready stock) dengan masa penyerahan dibatasi Maret hingga Agustus 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper