Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

25 Tahun Reformasi, Ini Perusahaan yang IPO saat Krisis 1998 dan Bertahan

Menganang 25 tahun reformasi kala perusahaan yang IPO mengalami penyusutan drastis. Siapa saja yang masih bertahan?
Karyawan beraktivitas di dekat papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (4/2/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan
Karyawan beraktivitas di dekat papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (4/2/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Hari ini menandai 25 tahun reformasi sejak Presiden Ke-2 RI Soeharto mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya, 21 Mei 1998. Kala itu perusahaan yang tetap melaksanakan IPO mengalami penyusutan drastis.

Krisis finansial yang melanda kawasan Asia sejak 1997 dan memicu gejolak sosial ekonomi di Indonesia menandai berakhirnya 32 tahun masa kepemimpinan Soeharto. 

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna pada akhir 2022 mengatakan pada 1997 penggalangan dana melalui penerbitan saham masih relatif baik. Saat itu terdapat 30 perusahaan yang menggalang dana dengan akumulasi kapital yang dihimpun sebesar Rp3,5 triliun.

“Selanjutnya pada 1998 jumlahnya menjadi 6 perusahaan atau turun tajam sekitar 80 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia ketika itu minus 13,13 persen,” kata Nyoman, Jumat (9/12/2022).

Dari total 36 perusahaan yang melakukan pencatatan saham pada 1997—1998, data Bursa Efek Indonesia (BEI) memperlihatkan bahwa 25 di antaranya masih berstatus sebagai perusahaan terbuka sampai saat ini. Hal ini mengindikasikan bahwa 11 perusahaan lainnya telah delisting atau go private.

Salah satu perusahaan yang masih melenggang di pasar modal selama 25 tahun adalah PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO). Perusahaan Grup Astra itu resmi mencatatkan sahamnya di bursa pada 15 Juni 1998, hanya sebulan setelah reformasi.

AUTO sendiri mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp432,9 miliar pada kuartal I/2023, tumbuh 92,1 persen dari periode sama tahun lalu sebesar Rp225,3 miliar. Kenaikan laba bersih AUTO sejalan dengan meningkatnya pendapatan perseroan menjadi Rp5 triliun pada kuartal I/2023, atau tumbuh 8,6 persen dari kuartal I/2022 sebesar Rp4,6 triliun.

Dua perusahaan lain yang melakukan pencatatan saham pada 1998 adalah PT Jakarta Setiabudi International Tbk. (JSPT) dan PT Ricky Putra Globalindo Tbk. (RICY). JPST yang berdiri pada 1975 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kepemilikan, pengelolaan, dan penyewaan perkantoran, perhotelan, dan real estat. Per kuartal I/2023, mereka mengantongi pendapatan sebesar Rp360 miliar atau naik daripada periode yang sama sebelumnya yakni Rp134 miliar.

Sementara itu, RICY yang merupakan produsen pakaian dalam merek GT Man mengantongi pendapatan sebesar Rp256,05 miliar pada kuartal I/2023, turun daripada kuartal I/2022 sebesar Rp334,75 miliar. Adapun laba bersih memperlihatkan kenaikan dari Rp2,10 miliar pada kuartal I/2022 menjadi Rp6,78 miliar pada kurun Januari—Maret 2023.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Statistik Pasar Modal mencatat bahwa terdapat kenaikan jumlah emiten yang melakukan emisi saham baik IPO atau pun rights issue pada 1996—1997, dari 267 emiten menjadi 306 emiten atau naik 103,6 persen secara tahunan. Namun pertumbuhan hanya mencapai 21,9 persen pada 1998 dengan jumlah emiten tercatat sebanyak 309 perusahaan.

Meski demikian, tambahan emiten naik signifikan pada 1999. Jumlah perusahaan tercatat bertambah 12 perusahaan atau naik 1.039 persen. 

Berikut daftar perusahaan yang mencatatkan saham pada 1997—1998 :

Nomor

Kode

Nama Perusahaan

Tanggal Pencatatan

1

ALMI

PT Alumindo Light Metal Industry Tbk

02 Jan 1997

2

MIRA

PT Mitra International Resources Tbk

30 Jan 1997

3

SSIA

PT Surya Semesta Internusa Tbk

27 Mar 1997

4

ETWA

PT Eterindo Wahanatama Tbk

16 Mei 1997

5

IKAI

PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk

04 Jun 1997

6

AISA

PT FKS Food Sejahtera Tbk

11 Jun 1997

7

BCIC

PT Bank JTrust Indonesia Tbk

25 Jun 1997

8

MITI

PT Mitra Investindo Tbk

16 Jul 1997

9

LTLS

PT Lautan Luas Tbk

21 Jul 1997

10

LPGI

PT Lippo General Insurance Tbk

22 Jul 1997

11

LPCK

PT Lippo Cikarang Tbk

24 Jul 1997

12

BKSL

PT Sentul City Tbk

28 Jul 1997

13

JKSW

PT Jakarta Kyoei Steel Works Tbk

06 Agt 1997

14

SSTM

PT Sunson Textile Manufacturer Tbk    

20 Agt 1997

15

MAYA

PT Bank Mayapada Internasional Tbk

29 Agt 1997

16

DKFT

PT Central Omega Resources Tbk    

21 Nov 1997

17

BHIT

PT MNC Asia Holding Tbk

24 Nov 1997

18

ANTM

PT Aneka Tambang Tbk

27 Nov 1997

19

SMMT

PT Golden Eagle Energy Tbk

01 Des 1997

20

AALI

PT Astra Agro Lestari Tbk

09 Des 1997

21

HITS

PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk    

15 Des 1997

22

RBMS

PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk    

19 Des 1997

23

JSPT

PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

12 Jan 1998

24

RICY

PT Ricky Putra Globalindo Tbk

22 Jan 1998

25

AUTO

PT Astra Otoparts Tbk

15 Jun 1998

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper